Klarifikasi Viralnya Polisi Gadungan Tangkap Judi Togel

KBRN, Jakarta: Viralnya rekaman video yang berdurasi 1 menit 47 detik beredar luas melalui jejaring media sosial, di mana dalam video tersebut tampak terlihat ada sejumlah orang yang hendak melakukan penangkapan dan sempat terjadi kericuhan. Terdengar pula suara dari seorang yang sedang merekam menyebutkan bahwa itu petugas gadungan.

Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Pol Audie S Latuheru membantah bahwa orang dalam video itu merupakan petuga gadungan. Sebab kala itu pihaknya tengah melakukan penangkapan terhadap para pelaku kasus perjudian di wilayah komplek duta mas Jelambar Jakarta Barat yang terjadi Rabu, (4/11/2020) sekira pukul 17.00 WIB.

“Jadi kami mendapat kan informasi adanya sebuah kedai kopi yang dijadikan sebagai tempat berkumpul nya orang yang melakukan perjudian melalui online menggunakan media telpon cellular,” ujar Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Pol Audie S Latuheru dalam live streaming melalui akun instagram @polres_jakbar, Sabtu, (7/11/2020).

Setibanya di lokasi, lanjut dia, anggota polisi menemukan ciri-ciri orang berdasarkan informasi yang didapatkan. Kemudian petugas di lapangan di bawah pimpinan Kanit Krimum Polres Metro Jakarta Barat AKP Dimitri Mahendra dan Kasubnit Ipda Ruben George. Saat itu pun, sesuai dengan KUHP, pihak kepolisian sudah menunjukkan surat perintah tugas. Namun saat hendak melakukan pemeriksaan terhadap barang/handphone milik dari pelaku yang diduga melakukan tindak pidana kasus perjudian togel yang berinisial LPK alias AL (75), yang di dalamnya terdapat SMS berisi nomor-nomor pasangan judi togel, anggota polisi dihalangi oleh teman-teman pelaku dengan cara mengitimidasi, memaki maki, mengajak berdebat, dan menunjuk-nunjuk tangannya ke arah petugas sambil membentak dengan nada keras, serta mengatakan polisi meminta angpao.

Didapati pula di antara teman-teman pelaku dalam keadaan mabuk minuman keras, sebab di atas meja di lokasi terdapat botol minuman keras dan gelas yang berisi minuman keras.

“Di saat petugas kami dihalangi oleh para teman temannya pelaku yang diketahui berinisial LPK als AL berhasil melarikan diri dan hp milik nya tertinggal yang berisi catatan pasangan togel kemudian keesokan harinya pelaku berhasil diamankan di rumah pelaku yang berlokasi di jalan jelambar Selatan XVI Jelambar Jakarta Barat sekira pukul 20.00 WIB,” terang Audie.

Setelah dilakukan pengembangan didapati pelaku lainnya berinisial RS als AS yang merupakan penerima nomor-nomor judi togel tersebut. 

Audie kemudian memerintahkan kepada Kasat Reskrim untuk menindak pelaku penghasutan dan provokasi yang di dalam video hoaks tersebut, saat petugas menunjukkan surat perintah menyebut kan bahwa petugas yang sedang melakukan penangkapan adalah petugas gadungan.

Audie juga mengapresiasi kepada anggotanya yang berada di lapangan yang mampu meredam emosinya dengan sabar saat menghadapi  kejadian tersebut terjadi.

Dalam kesempatan yang sama Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat Kompol Teuku Arsya Khadafi menjelaskan, bahwa kejadian penangkapan tersebut merupakan komitmen kepolisian khususnya di Jakarta barat untuk menindak dan memberantas tindak pidana perjudian. 

Terkait adanya video tersebut tentang penindakan atau penangkapan terhadap pelaku perjudian nya tersebut memang benar adanya.

“Pihak kami setelah mendapat kan informasi nya ada kasus tersebut kemudian melakukan pengecekan dan benar disebuah tempat yang berlokasi di Jelambar Jakarta Barat kerap terjadinya kasus perjudian,” jelas Arsya.

“Namun saat terjadinya perdebatan dan cekcok tersebut memberikan peluang kepada pelaku perjudian untuk melarikan diri dan petugas kami berhasil melakukan terhadap ke 2 pelaku tersebut diantaranya LPK als AL (75) dan RS als AS (77) pada keesokan harinya,” imbuh Arsya.

Untuk para pelaku yang berhasil kami amankan guna mempertanggung jawabkan atas perbuatannya para pelaku dikenakan pasal 303 KUHP Juncto Undang-undang nomor 11 tahun 2008 tentang Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik. (Foto: Istimewa)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00