Operasi Zebra Hari Pertama, 3.577 Pengendara Ditilang

Polantas saar melakukan penindakan terhadap pengendara. (Dok foto: Anggi/RRI)

KBRN, Jakarta : Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya telah memulai Operasi Zebra 2020 pada Senin, (26/10/2020), kemarin. Di hari pertama itu, polisi telah mengeluarkan 3.577 tilang terhadap pengendara yang melanggar. 

Meski demikian, dikatakan Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Sambodo Purnomo Yogo, jumlah tersebut turun sekitar 46 persen dibandingkan dengan periode 2019 lalu. Dimana pada hari pertama operasi Zebra tahun 2019, polisi melakukan penilangan kepada 6.689 pengendara. 

"Pada tahun 2019 ada 6.686 perkara tilang, sedangkan tahun ini di hari pertama, ada 3.577 kasus. Jumlah itu turun 3.109 perkara atau 46 persennya," ujar Sambodo dalam keterangannya kepada wartawan di Jakarta, Selasa (27/10/2020). 

Selain tilang, polisi juga mengeluarkan 4.982 teguran pada Operasi Zebra Jaya 2020. Jumlah itu disebut naik dibandingkan periode yang sama tahun 2019, yakni hanya ada 2.097 perkara teguran waktu itu.

Lebih lanjut, Sambodo juga menuturkan jenis pelanggaran yang dilakukan oleh kendaraan roda dua pada hari pertama Operasi Zebra. Menurutnya kebanyakan pelanggar adalah melawan arus. 

"Pelanggar penggunaan helm, sebanyak 421 perkara; melawan arus, 694 perkara; berkendara di bawah umur atau tanpa SIM, 17 perkara; bonceng lebih dari satu orang, 9 perkara; melanggar stop line, 354 perkara; serta berkendara tanpa STNK, 45 perkara," tuturnya. 

Sementara itu, detail pelanggaran oleh kendaraan roda empat dijelaskannya adalah tidak menggunakan sabuk pengaman. Ia mengatakan pelanggar jenis itu terdapat 104 perkara. 

"Selain itu, menggunakan ponsel saat berkendara, 33 perkara; melanggar stop line, 182 perkara; berkendara tanpa STNK, 4 perkara; melanggar bahu jalan tol, 583 perkara; dan penggunaan strobo atau rotator, 6 perkara," tuntasnya. 

Meski demikian, Sambodo tidak bisa memungkiri bahwa jenis kendaraan yang banyak melanggar adalah pengendara roda dua atau sepeda motor dengan total 2.311 kasus. Diikuti mobil penumpang 870 unit, mobil barang 178 unit, dan bus 72 unit. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00