Empat Pelaku Penyeludupan Etnis Rohingya Diamankan Polisi

KBRN, Banda Aceh: Polda Aceh melalui Ditreskrimum telah mengamankan empat (4) pelaku yang diduga melakukan penyelundupan manusia, etnis Rohingya dengan menjemput di tengah laut Seuneudon, Aceh Utara, menggunakan kapal penangkap ikan.

Dirreskrimum Polda Aceh Kombes Pol. Sony Sonjaya menjelaskan, keempat pelaku yang diamankan itu masing-masing berinisial FA (47), AS (37), R (32) dan SB (42). Sedangkan dua pelaku lagi yang diduga terlibat dalam kasus itu sudah lari dan masuk daftar DPO, masing-masing berinisial AJ dan AR. 

"TKP di Desa Lapang Kecamatan Seunudon dan Desa Lancok Kecamatan Syamtalira Aceh Utara," katanya dalam konferensi pers yang digelar di aula Ditreskrimum, Selasa (27/10/2020).

Menurut Sony, barang bukti yang diamankan petugas berupa HP 2 unit, GPS MAP-585 warna hitam merk Garmin made in Taiwan. 

"Kapal penangkapan ikan nomor KM Nelayan 2017-811 (10 GT) telah dipinjam pakai oleh Ketua Koperasi dan Surat sewa menyewa kapal dari Koperasi Samudra Indah Aceh Utara," ungkapnya.

Ia menjelaskan, perkara tindak pidana penyelundupan manusia ini melanggar pasal 120 ayat (1) Undang-undang RI Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian.

"Dengan Undang-undang Keimigrasian ini, pelaku dapat dipidana penjara paling lama 15 tahun dan denda paling banyak Rp1.5 miliar," katanya lagi.

Untuk diketahui, penyelundupan manusia etnis Rohingya dengan menjemput di tengah laut Seuneudon, Aceh Utara dengan menggunakan kapal penangkap ikan itu terjadi pada Sabtu (22/6/2020) lalu.

Selanjutnya dalam kapal tersebut  terdapat 99 orang etnis Rohingya, pada Kamis (25/6/2020) sekira pukul 17.00 WIB diturunkan di pinggir pantai Desa Lancok Kecamatan Syamtalira Bayu, Kabupaten Aceh Utara.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00