Operasi Zebra Polres Bukittinggi, Ini Ketentuannya

KBRN, Bukittinggi : Satuan Lalu Lintas Polres Bukittinggi terhitung dari 26 Oktober hingga 8 November 2020 mendatang, melaksanakan Operasi Zebra Singgalang, dengan menurunkan 58 personel, dimana pelaksanaannya berbeda dengan operasi yang sama di tahun sebelumnya.

Kasat Lantas Polres Bukittinggi AKP Andri Nugroho Saputro, Senin (26/10/2020), menjelaskan, yang membedakan pelaksanaan Operasi Zebra tahun ini karena masih dalam kondisi Pandemi Covid-19, untuk itu personel dilapangan disamping melakukan sosialisasi dan menindak pelanggar aturan, juga mengingatkan masyarakat untuk tetap menjaga protokol kesehatan.

Operasi Zebra tahun ini dilaksanakan masih dalam situasi pandemi Covid-19. Andri Nugroho Saputro mengaku tetap akan mengawasi protokol kesehatan dan menghindari adanya kerumunan selama penindakan.

“Kegiatan ini akan kita laksanakan secara simultan selama 14 hari ke depan, porsi dari pada kegiatannya adalah 40 persen preemtif atau sifatnya edukasi dan sosialisasi, 40 persen preventif atau pencegahan yang dilaksanakan dengan turjawali, pengaturan, penjagaan, pengawalan dan patroli, dan 20 persen penindakan dengan tilang dan sebagainya," jelasnya.

Menurut Andri Nugroho Saputro, adapun sasaran dalam operasi tersebut antara lain yaitu meningkatkan disiplin masyarakat dalam mentaati protokol kesehatan, berkurang jumlah angka pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas, pelaksanaan pentahapan pilkada yang aman, dan pencegahan kerumunan massa paslon, mulai dari skala kecil sampai besar serta lancarnya proses pendistribusian logistik.

"Karena ini masa pandemi maka selama Operasi Zebra Singgalang tidak ada razia, jadi tidak ada razia di titik tertentu seperti tahun sebelumnya, karena dikhawatirkan ada kerumunan," terangnya.

Andri Nugroho Saputro menambahkan, Operasi Zebra Singgalang ini menerapkan sistem hunting, contoh hari ini satu jam di Pasar Atas, pindah lagi satu jam ke Pasar Bawah, artinya ada tim yang motoris pakai kendaraan patroli memutar, ketika ada pelanggar dilakukan penindakan. Hal ini untuk menghindari kerumunan, karena biasanya saat razia orang berkerumun.

“Untuk sistem pelaksanaan penindakan terhadap pelanggar, dilaksanakan dengan hunting bagi pelanggaran kasat mata dan stasioner yang mana sasarannya adalah pengendara yang tidak dilengkapi surat-surat kendaraan, knalpot racing, tidak menggunakan helm, pengendara di bawah umur serta pelanggaran yang berpotensi kecelakaan lalu lintas,” ungkapnya. (Foto : Humas Polres Bukittinggi)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00