Kasus Pemalsuan Data Pasien Covid-19 Didalami Penyidik

Ilustrasi pasien corona (Foto: Istimewa)

KBRN, Pekanbaru: Kepolisian Daerah Riau menerima laporan kasus pemalsuan data dari keluarga korban W yang dinyatakan meninggal dunia karena covid-19. Laporan atas nama Wince Oktavia ini melaporkan Dinas Kesehatan (Dinskes) Kota Pekanbaru ke Polda Riau pada Rabu, 14 Oktober lalu. 

Kabid Humas Polda Riau Kombes Sunarto membenarkan bahwa laporan sudah diterima penyidik. Penyidik Polda Riau saat ini masih mendalami kasus tersebut dan dalam pengumpulan barang bukti  dan keterangan (pulbaket). 

"Kita menerima laporan dari pelapor Wince Oktavia yang melaporkan dugaan pemalsuan kasus meninggalnya almarhum ibunya yang meninggal dengan pernyataan covid dari Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru," sebut Sunarto ketika dikonfirmasi Jumat (23/10/2020). 

"Ada beberapa barang bukti yang diserahkan pihak pelapor yang saat ini masih kita pelajari, kita dalami. Seperti fotokopi dari Dinas Kesehatan tentang data yang menyebutkan bahwa almarhumah atau orang tua pelapor ini masuk dalam data positif," ungkapnya.

Selain itu, katanya, barang bukti yang diterima polisi juga ada data positif yang dikeluarkan oleh Gugus Tugas, fotokopi hasil swab almarhumah. Penyidik juga berencana memanggil beberapa saksi lainnya seperti keluarga korban dan pihak terkait.

"Fotokopi postingan yang didapatkan dari media sosial yang diserahkan kepada penyidik. Masih kita pelajari, kemudian penanganannya sementara kita lakukan pemeriksaan saksi dari pelapor dan melengkapi administrasi penyidikannya," jelasnya. 

"Rencana kita akan memanggil saksi lainnya. Sampai hari ini kita terima satu laporan itu saja," pungkasnya. 

Diketahui, pihak keluarga yang tak terima W dimasukkan ke dalam data pasien positif virus corona. Kemudian pihak keluarga membuat laporan polisi ke Polda Riau. 

Pihak keluarga melaporkan kelalaian Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru yang mengumumkan W meninggal karena positif Covid-19 beberapa hari lalu. Padahal, W menderita penyakit lain.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00