Timbunan Longsor Tambang Batu Bara Lima Meter

Ilustrasi timbunan tambang batu bara (Dok. Istimewa/kontan/Hendra Suhara)

KBRN, Jakarta: Dalam proses evakuasi korban longsor tambang batu bara ilegal di Desa Tanjung Lalang, Kecamatan Tanjung Agung, Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan, polisi dan warga setempat menyelesaikannya dalam waktu lebih kurang satu jam.

Kapolsek Tanjung Agung AKP Faisal Manalu mengatakan, proses evakuasi terkendala dengan tingginya timbunan yang mencapai lima meter, sehingga butuh bantuan alat berat.

"Di sekitar area tambang, adalah kawasan tebing yang sangat rawan longsor. Saat kejadian memang tidak sedang hujan, tapi risiko longsor tinggi di kawasan itu," ujar Kapolsek Tanjung Agung AKP Faisal Manalu kepada wartawan, Rabu (21/10/2020).

BACA JUGA: Tambang Batu Bara Longsor, Sejumlah Saksi Diperiksa

Faisal lanjut menuturkan, seuruh korban tewas sudah dievakuasi ke puskesmas terdekat, namun dari 11 korban, satu orang belum teridentifikasi identitasnya.

Satreskrim Polres Muara Enim pun melakukan olah tempat kejadian perkara untuk mengetahui penyebab pasti longsor. 

Sejumlah saksi mata sedang diperiksa untuk didalami keterangannya.

BACA JUGA: Tambang Batu Bara Longsor, Dikabarkan 11 Tewas

Diberitakan sebanyak 11 orang penambang tewas dalam kejadian tersebut.

Kejadian berlangsung sore hari, pukul 16.00 WIB.

Longsor terjadi diduga akibat para penambang yang membuat akses jalan di area pertambangan ilegal tersebut.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00