Kronologi Pengeroyokan Polisi Saat Penyampaian Pendapat Ciptaker

Polda Metro Jaya saat merilis penangkapan pelaku pengeroyokan terhadap polisi. (Anggi Tiar/RRI)

KBRN, Jakarta: Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Yusri Yunus membeberkan kronologi pengeroyokan terhadap anggota Polri berinisial AJS saat penyampaian pendapat penolakan pengesahan Omnibus Law UU Cipta Kerja, 8 Oktober 2020 yang berakhir ricuh. 

Menurut Yusri, pengeroyokan itu terjadi di Jalan Gajah Mada, Tamansari, Jakarta Barat, Jumat (9/10/2020) dini hari, sekitar pukul 01.00 WIB.

Saat itu, korban yang tidak mengenakan pakaian dinas hendak pulang ke rumahnya usai mengamankan demonstrasi. 

"Namun, di tengah jalan melihat ada seseorang yang berusaha merusak pos polisi. Akan tetapi pelaku malah mengeroyok korban," ujar Yusri kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Rabu (21/10/2020). 

BACA JUGA: Dua Pelaku Pengeroyokan Polisi Sengaja Tak Ditampilkan

Tak sampai di situ, pelaku juga sempat melakukan perampasan terhadap barang-barang milik AJS yang berada di dalam tas selempang. 

"Para pelaku mengambil ponsel, jam tangan, power bank, hingga kartu identitas polisinya," tutur Yusri. 

Usai merampok AJS, pelaku kemudian menjual ponsel korban di toko jual beli online dan dibeli oleh tiga orang penadah.

Setelah melakukan pelacakan ponsel korban, polisi menciduk tiga orang penadah itu, yakni Y (29), AIA (25), dan FA (24). 

Berdasarkan informasi yang didapat ketiga penadah itu, polisi berhasil menciduk tiga tersangka lain yang menjual dan mengeroyok polisi, mereka adalah MR (21), SD (18), dan MF (17).

Yusri mengatakan, masih ada dua tersangka lain yang saat ini masih buron. 

"Total kerugian korban akibat perampokan ini sebesar Rp10 juta," tegas Yusri. 

Sementara itu AJS sendiri saat ini masih menjalani perawatan di Rumah Sakit (RS) Polri Kramatjati, Jakarta Timur.

AJS mengalami luka parah di bagian kepala. 

Sedangkan pelaku yang berhasil ditangkap dijerat dengan Pasal 365 KUHP tentang pengeroyokan, Pasal 170 KUHP tentang penyerangan terhadap aparat dengan ancaman hukuman penjara sembilan tahun.

Sedangkan tiga pelaku lainnya dijerat Pasal 480 KUHP tentang penadah barang curian dengan ancaman hukuman penjara empat tahun.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00