Pelaku Curanmor Terkena Timah Panas

KBRN, Bukittinggi: Satuan Reserse dan Kriminal (Reskrim) Polres Bukittinggi, berhasil meringkus seorang residivis pencurian kendaraan bermotor (Curanmor) yang telah menjadi target operasi (TO).

Kapolres Bukittinggi AKBP Dody Prawiranegara, didampingi Kasat Reskrim Polres Bukittinggi, AKP Chairul Amri Nasution, Sabtu (17/10/2020), mengatakan, pelaku berinisial RR (30) terpaksa ditembak di bagian kaki, karena melawan pada petugas saat tertangkap.

“Pelaku tercatat sebagai warga Nan Tujuh, Kecamatan Palupuah, Agam, dibekuk Kamis (15/10/2020), dan pelaku ditangkap setelah petugas mendapatkan informasi tentang keberadaannya.

Dody Prawiranegara menceritakan, awal penangkapan saat Tim Opsnal Sat Reskrim Polres Bukitttinggi mendapatkan informasi terkait keberadaan pelaku yang sudah menjadi TO. Kemudian dilakukan koordinasi dengan personel Polsek Palupuah untuk mengamankan pelaku.

Setelah mengatur rencana, akhirnya dibantu personel Polsek Palupuah, Tim Opsnal Reskrim behasil mengamankan dan membawa pelaku ke Mapolsek Palupuh.

“Setelah diperiksa, pelaku mengakui perbuatannya yang telah melakukan pencurian satu unit sepeda motor Honda CBR warna putih merah BA-3775-LR di Jalan Hamka Asrama Kodim 0304/Agam Kelurahan Tarok Dipo, Kecamatan Guguk Panjang, Kota Bukittinggi,” jelasnya.

Sementara itu Kasat Reserse dan Kriminal Polres Bukittinggi, AKP Chairul Amri Nasution,  menyebutkan, kasus itu kemudian didalami lagi. Khususnya untuk mencari barang bukti sepeda motor yang telah dicuri pelaku.

“Dari keterangan pelaku, dia mengaku dibantu oleh rekannya berinisial RFS (26), warga Guguak Panjang, Kota Bukittinggi. RFS membantu menjualkan sepeda motor hasil curian tersebut, dari keterangan itulah tim Opsnal mengamankan RFS pada Jumat (16/10/2020) di Payakumbuh,” ujarnya.

Berdasarkan keterangan RFS, Tim Opsnal Reskrim kembali mengamankan pelaku MI (32) warga Batipuah, Kabupaten Tanah Datar, karena menjadi penadah sepeda motor curian tersebut.

Chairul Amri Nasution menjelaskan, dalam usaha pengembangan mencari barang bukti dan pelaku lain, RR yang ditangkap terlebih dahulu berusaha kabur dari tangan petugas.

“Saat dibawa petugas untuk mencari pelaku lainnya pelaku RR melakukan perlawanan dan berusaha untuk melarikan diri, sehingga petugas melakukan tindakan tegas dan terukur dengan menembak kaki sebelah kanan,” sebutnya.

Terhadap pelaku RR, sebut dia, dikenakan Pasal 363 KUHP dengan ancaman 7 tahun penjara. Sedangkan untuk pelaku RFS dan MI diterapkan Pasal 480 KUHP dengan ancaman 4 tahun penjara.

“Pelaku RR sendiri merupakan pemain lama yang sudah keluar masuk lembaga pemasyarakatan,” tukasnya. (Foto : Istimewa)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00