Oknum Aparat Duduki PAUD, Pendidik Lapor KPAI

Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Insan Aulia (Dok. RRI/IMMANUEL CHRISTIAN)
Ketua Komite PAUD Insan Aulia, Tri Ratna Darma Putra(Dok. RRI/IMMANUEL CHRISTIAN)
Guru PAUD Insan Aulia, Siti Bariroh (Dok. RRI/IMMANUEL CHRISTIAN)

KBRN, Jakarta: Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Insan Aulia menyambangi Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) di Jl. Teuku Umar, Gondangdia, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (29/9/2020).

Ketua Komite PAUD Insan Aulia, Tri Ratna Darma Putra mengungkapkan bahwa kedatangan mereka ke KPAI untuk melaporkan bahwa saat ini PAUD yang terletak di Jl. Pancoran Buntu II RT 06 RW 02, Pancoran, Jakarta Selatan dimaksud sedang dikuasai oleh oknum perusahaan plat merah yang juga didampingi oknum aparat.

"Sehingga kami merasa kehilangan pasilitas pendidikan, jadi kami bingung setelah pandemi anak-anak mau sekolah dimana, sedangkan bangunannya sendiri sudah dialih fungsikan menjadi posko dari mereka,” ungkap Putra kepada wartawan di Kawasan KPAI, Selasa (29/9/2020).

Putra menyayangkan cara penyelesaian masalah yang diterapkan, karena menurutnya penguasaan PAUD saat ini hanya akan mengorbankan anak-anak.

“Lahan tidak urusan yang penting anak-anak ini jangan sampai hak-haknya di langgar seperti itu," lanjut Putra.

Putra mengatakan bahwa pihaknya juga akan melaporkan kondisi tersebut ke Dinas Pendidikan sesuai arahan dari KPAI.

“Pengaduannya kami karena disini ada ranah perdatanya jadi mereka (KPAI) menerima dan mengarahkan kami untuk melaporkan ke Dinas pendidikan. Karena ranah perdatanya yang terkait lahan ini sebenarnya milik siapa,” kata Putra.

Guru PAUD Insan Aulia, Siti Bariroh menuturkan bahwa anak-anak sangat terganggu dengan keberadaan Oknum Aparat di PAUD.

Kondisi sekarang disana karena masih dilingkungan anak-anak juga, jadi mungkin menganggu fisikolog anak, dia sedih melihat bangunan tempat sekolah sudah banyak polisi,” tutur Siti dengan isak tangis.

“Anak-anak seginikan istilahnya hanya bisa melihat, kenapa kok tempat kami sekolah seperti itu sekarang keadanya,” lanjut Siti mencoba menggambarkan perasaan murid-muridnya.

Bahkan, kata Siti, melihat kondisi PAUD yang telah berdiri sekitar 6 tahun tersebut dikuasai oleh oknum aparat juga membuat warga sekitar resah.

“Jangankan anak-anak yang melihat, saya sedih sekian lamanya kita di paud ternyata berakhir seperti itu,” tandas Siti.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00