Selidiki CCTV Bandara, Korban Lain EFY Dicari

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus. (Dok foto: Anggi/RRI)

KBRN, Jakarta: Pihak kepolisian dipastikan terus mendalami dan menyelidiki kasus pelecehan dan penipuan tes Covid-19 dilakukan EFY, terhadap wanita berinisial LHI saat menjalani Rapid Test di Bandara Internasional Soekarno-Hatta. 

Salah satu cara  menyelidii kasus tersebut adalah memeriksa rekaman CCTV bandara, tujuannya mencari tahu apakah ada korban lainnya selain LHI. 

"Banyak juga menanyakan  apakah masih ada korban yang lain. Karena yang bersangkutan bekerja sebagai tenaga medis rapid test di Bandara Soekarno-Hatta sejak bulan Juli. Sehingga kami mundur 3 bulan ke belakang mengecek CCTV yang ada," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus kepada wartawan, Selasa (29/9/2020). 

Yusri mengatakan, EFY mengakui baru pertama kali melakukan perbuatan tersebut. 

"Tetapi kami mengimbau kalau memang Ada petugas ada korban-korban lain silakan segera melaporkan Polres Metro Bandara Soekarno Hatta, khusus untuk permasalahan ini kami akan menindaklanjuti," pungkasnya. 

Sebelumnya diketahui, telah terjadi pelecehan dan penipuan yang dialami LHI oleh EFY saat menjalani tes cepat Covid-19 di Bandara Internasional Soekarno-Hatta. 

LHI membagikan cerita terkait dugaan pemerasan dan pelecehan saat menjalani rapid test di Bandara Soetta pada 13 September 2020 itu melalui akun Twitter @listongs.

Setelah cerita tersebut viral, EFY sempat melarikan diri. Namun akhirnya, polisi berhasil mengamankan EFY di Balige, Toba, Sumatera Utara pada Jumat (25/9/2020) dini hari lalu. 

Akibat perbuatannya, kini EFY yang sudah ditetapkan sebagai tersangka sebelum penangkapannya itu dijerat pasal 289 KUHP, 294 KUHP, 368 KUHPidana dan atau 378 KUHP dengan ancaman maksimal 9 tahun penjara. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00