Kapolsek Pelanggar Protokol Covid-19 Siap-siap Dicopot

Kepala Divisi Humas Polri Irjen Argo Yuwono .(Dok.Ist)

KBRN, Jakarta: Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) semakin menunjukkan taji dalam penindakan ketentuan protokol kesehatan dalam pandemi Covid-19. Dua anggota Polri telah dicopot dari jabatan akibat melanggar peraturan berlaku, sejak April-September 2020.

Terbaru, Kepala Divisi Humas Polri Irjen Argo Yuwono mengonfirmasikan saat ini, Kapolsek Tegal Selatan Kompol Joeharno telah dinonaktifkan dari jabatan. Itu, terkait memproses acara musik dangdut Wakil Ketua DPRD Tegal Wasmad Edi Susilo di Lapangan Tegal Selatan, pada Rabu (23/9/2020) malam.

“Polri juga tengah melakukan pendalaman berdasarkan LP bernomor LP/A/91 / IX/2020/Jateng /Res Tegal Kota tertanggal 25 September 2020 atas dugaan pelanggaran pasal 93 UU No 6/2018 Tentang Kekarantinaan Kesehatan dan pasal 216 KUHP karena menyelenggarakan acara dangdut yang menimbulkan kerumunan massa sehingga dimungkinkan menimbulkan percepatan penyebaran Covid-19 atau cluster baru penularan. Beberap barang bukti juga turut diamankan,” kata Argo dalam keterangan resmi, Sabtu (26/9/2020).

Joeharno, lanjut dia, menjalani proses pemeriksaan internal demi keseriusan Polri menegakkan protokol kesehatan dalam rangka memutus mata rantai penularan Covid-19.

“Kapolsek sudah diserahterimakan dan Kapolseknya diperiksa oleh Propam,” kata Argo.

Bahkan, proses penegakan hukum terhadap Joeharno sebagai Kapolsek Tegal juga dilakukan dengan pemeriksaan para saksi.

“Polisi telah melakukan pemeriksaan terhadap 10 orang saksi, dan terlapor Wasmad Edi Susilo (Wakil Ketua DPRD Tegal, red),” kata Argo.

Video dangdut itu akhirnya viral di sosial media.

Banyak pihak menyayangkan lantaran masih ada pejabat publik tidak memberikan contoh baik kepada masyarakat. Terutama, guna menghindari penularan Covid-19 untuk tidak berkerumun.

April 2020

Kapolda Metro Jaya Irjen Nana Sudjana, Kamis (2/4/2020), mencopot Kompol Fahrul Sudiana dari jabatan Kapolsek Kembangan, Jakarta Barat. Fahrul dimutasi sebagai analis kebijakan atau anjak, yang merupakan bukan jabatan struktural.

"Berdasarkan perintah Kapolda Metro Jaya sejak hari ini yang bersangkutan dimutasikan ke Polda Metro jaya sebagai Analis Kebijakan (Anjak)," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus kepada wartawan di Polda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (2/4/2020).

Yusri mengatakan, Fahrul dimutasikan ke Polda Metro Jaya untuk menjalani pemeriksaan Propam Polda Metro Jaya. Fahrul dinilai melanggar disiplin karena tidak mengindahkan Maklumat Kapolri.

"Yang bersangkutan hasil pemeriksaan awal oleh Propam Polda Metro Jaya telah melanggar disiplin dan juga melanggar maklumat Kapolri yang sudah tegas dalam maklumat tersebut dalam rangka menghadapi penyebaran COVID-19 sekarang ini agar tidak ada kegiatan masyarakat yang sifatnya mengundang massa yang berkumpul," ungkap Yusri.

Yusri menegaskan, Maklumat Kapolri soal larangan menggelar resepsi di tengah Corona ini tidak hanya berlaku bagi masyarakat sipil. Namun, anggota Polri juga wajib mentaati maklumat tersebut.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00