Polri Diminta Transparan Ungkap Pembunuhan Demas Laira

KBRN, Jakarta: Ketua Tim Pencari Fakta Demas Laira, Anhar Toribaras meminta polisi untuk terbuka dan transparan dengan menyampaikan perkembangan penyelidikan kasus pembunuhan wartawan media online Sulawesion.com, Demas Laira yang terjadi di Mamuju Tengah, Sulawesi Barat pada 20 Agustus 2020 lalu. 

"Pada intinya kami meminta kepolisian utk bergerak cepat. Sebab sudah sebulan lebih kami melihat tdk ada progres dalam penanganannya," kata Anhar kepada rri.co.id, Sabtu (26/9/2020). 

Dengan adanya transparansi dalam kasus ini, lanjutnya, sehingga tidak ada simpang siur terkait kematian demas Laira.

Kasus pembunuhan terhadap Demas Laira (28), seorang wartawan di Mamuju Tengah itu diketahui saat seorang sopir truk menemukan jasad korban tergeletak bersimbah darah, di jalan poros Mamuju-Palu Sulawesi Tengah, tepatnya di wilayah Desa Tasokko, Kecamatan Karossa, Kabupaten Mamuju Tengah, pada Kamis dinihari (20/8/2020) sekitar pukul 02. 00 WITA.

Penemuan jasad wartawan yang awalnya diduga sebagai korban kecelakaan lalu lintas tersebut selanjutnya dilaporkan ke Polsek Karossa.

"Awalnya, penemuan jasad itu diduga korban kecelakaan lalu lintas, namun setelah dilakukan olah tempat kejadian perkara dan pemeriksaan terhadap tubuh korban, ditemukan sejumlah luka tikaman sehingga kuat dugaan korban meninggal akibat penganiayaan," kata Kasat Reskrim Polres Mamuju Tengah Inspektur Polisi Satu Agung Setyo Negoro.

Dari hasil visum, ditemukan 17 luka tikaman di tubuh korban.

Di lokasi kejadian, polisi menemukan sejumlah barang milik korban, yakni sebuah sepeda motor, dompet serta tiga kartu pers kabardaerah.com dan targetkasus.com serta sulawesion.com atas nama Demas Laira.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00