Pelaku Pelecehan Rapid Bandara Mengaku Baru Pertama

Ilustrasi hasil rapid test (Dok. Istimewa/Ilustrasi)

KBRN, Jakarta: Pihak Kepolisian telah menangkap pelaku pemerasan dan pelecehan seksual terhadap wanita berinisial LHI saat menjalani Rapid Test di Bandara Internasional Soekarno-Hatta. 

Kepada polisi, tersangka berinisial EFY itu mengaku baru sekali melakukan aksi bejatnya tersebut. 

"Dia ngakunya baru pertama dan sekali," ujar Kasat Reskrim Polres Bandara Soekarno Hatta, Komisaris Polisi Alexander Yurikho saat dikonfirmasi wartawan di Jakarta, Sabtu (26/9/2020). 

Sebelumnya diketahui, terjadi dugaan pelecehan yang dialami LHI saat menjalani tes cepat Covid-19 di Bandara Internasional Soekarno-Hatta. 

LHI membagikan cerita terkait dugaan pemerasan dan pelecehan saat menjalani rapid test di Bandara Soetta pada 13 Setember 2020 itu melalui akun Twitter @listongs.

Setelah cerita tersebut viral, EFY sempat melarikan diri. Namun akhirnya, polisi berhasil mengamankan EFY di Balige, Toba, Sumatera Utara pada Jumat (25/9/2020) dini hari kemarin. 

Akibat perbuatannya, kini EFY yang sudah ditetapkan sebagai tersangka beberapa waktu lalu itu dikenakan Pasal 289 KUHP, 294 KUHP, 368 KUHPidana dan atau 378 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 9 (sembilan) tahun penjara. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00