Pelecehan, Polisi Panggil Kimia Farma dan IDI

Ilustrasi

KBRN, Tangerang : Polresta Bandara Soekarno Hatta (Soetta) mengambil keterangan dari PT Kimia Farma Diagnostika dan Ikatan Dokter Indonesia atau IDI.

Hal itu guna memastikan pelaku berinisial E yang diduga melakukan penipuan, pemerasan serta dugaan pelecehan seksual terhadap wanita berinisial LHI saat rapid tes di Terminal Bandara Soetta itu tenaga medis atau seorang dokter.

"Hari ini kita konsentrasi ke memastikan apakah tersangka dokter atau tenaga kesehatan dengan mengambil keterangan PT Kimia Farma dan IDI," ungkap Kompol Alexander Yuriko, Kasat Reskrim Polresta Bandara Soetta kepada rri.co.id melalui pesan singkat, Kamis (24/9/2020).

Disinggung apakah pelaku yang telah ditetapkan tersangka itu buron atau akan dijemput paksa polisi? Alex menegaskan, hal itu belum dilakukan, namun pihaknya telah beberapa kali mengirimkan surat panggilan dan menemui tempatnya selama ini tinggal, namun belum bertemu.

"Tolong, biar polisi konsentrasi dulu terhadap kasus ini biar semuanya terang benderang," imbuhnya.

Diberitakan sebelumnya, terjadi dugaan pelecehan yang dialami LHI saat menjalani rapid tes di Terminal III, Bandara Internasional Soekarno-Hatta. 

LHI membagikan cerita terkait dugaan pemerasan dan pelecehan saat menjalani rapid test di Bandara Soetta pada 13 Setember 2020 itu melalui akun Twitter @listongs.

E sendiri sudah ditetapkan sebagai tersangka dijerat pasal 289 KUHP, 294 KUHP, 368 KUHPidana dan atau 378 KUHP dengan ancaman maksimal 9 tahun penjara. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00