Polisi Periksa Kejiwaan Pelaku Mutilasi Kalibata City

Pelaku mutilasi Kalibata City. (Dok foto: Istimewa)

KBRN, Jakarta : Pihak kepolisian bakal memeriksa kondisi kejiawaan dua sejoli pelaku kasus mutilasi yang terjadi di Apartemen Kalibata City, Pancoran, Jakarta Selatan berinisial LAS dan DAF. 

Menurut Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Yusri Yunus hal itu dilakukan untuk melengkapi berkas perkara dalam kasus pembunuhan dan memutilasi terhadap korban Rinaldi Harvey Wismanu. 

"Kami rencanakan minggu depan. Kami lengkapi berkas dulu untuk kami memantapkan kembali unsur-unsur persangkaan yang dijerat kepada kedua pelaku ini," ujar Yusri kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (24/9/2020). 

"Kami kuatkan dulu di persangkaan pasalnya nanti akan kami coba periksa kejiwaan mereka berdua ini," tambahnya. 

Sebagaimana diketahui, polisi mengungkap kasus pembunuhan dengan cara memutilasi korban yang dilakukan dua sejoli, LAS dan DAF. Pembunuhan itu dilakukan, guna melakukan perampokan terhadap korban. Terbukti, pelaku berhasil menggasak rekening korban sebesar Rp97 juta. 

Kepada polisi, para pelaku mengaku merampok untuk kebutuhan ekonomi karena baru dipecat dari pekerjaannya akibat Pandemi Covid-19. Akan tetapi keterangan mereka, dinilai tak masuk akal jika melihat cara pelaku mengahabiskan uang hasil rampokannya. 

Ya, mereka menghabiskan uang hasil rampokannya itu dengan cada membelanjakan uang korban untuk membeli barang mewah seperti emas batangan, sepeda motor, serta menyewa rumah di Depok.

Akibat perbuatannya, polisi menjerat kedua sejoli ini dengan Pasal 340 dan Pasal 338 dan 365 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP). Laeli dan Fajri terancam dihukum maksimal dengan pidana mati atau penjara seumur hidup.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00