Pelaku Pelecehan Rapid Test Bandara Melarikan Diri

Rapid test di Bandara. (Dok foto: Istimewa)

KBRN, Jakarta : Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Yusri Yunus menyebutkan bahwa pelaku yang melakukan pemerasan dan pelecehan seksual terhadap wanita berinisial LHI saat menjalani Rapid Test di Bandara Internasional Soekarno-Hatta melarikan diri. 

Hal itu diketahui, lantaran pelaku berinisial EFY itu tidak ada di rumah dan indekosnya saat polisi hendak menjemputnya. 

"Kami periksa di tempat kosnya tidak ada, di rumahnua juga tidak ada," ujar Yusri kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Kamis (24/9/2020). 

Oleh sebab itu, Yusri mengatakan pihaknya telah menetapkan EFY dalam daftar pencarian orang (DPO) atau buron dan dalam pengejaran kepolisian. 

Sebelumnya diketahui, terjadi dugaan pelecehan yang dialami LHI saat menjalani tes cepat Covid-19 di Bandara Internasional Soekarno-Hatta. 

LHI membagikan cerita terkait dugaan pemerasan dan pelecehan saat menjalani rapid test di Bandara Soetta pada 13 Setember 2020 itu melalui akun Twitter @listongs.

EFY sendiri yang sudah ditetapkan sebagai tersangka dijerat pasal 289 KUHP, 294 KUHP, 368 KUHPidana dan atau 378 KUHP dengan ancaman maksimal 9 tahun penjara. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00