Polisi Amankan Sabu Siap Edar Secara Online

Tersangka pengedar sabu saat ditanya Kapolres Cimahi AKBP Yoris saat ekspos (Foto:Amelia Hastuti/RRI)

KBRN, Cimahi: Satuan  Reserse Narkoba Polres Cimahi mengamankan narkotika jenis sabu-sabu siap edar senilai Rp400.000.000 dari seorang pria berinisial AS (36 tahun) warga Kampung Pesanggrahan Desa Pasir Jambu Kecamatan Pasir Jambu Kabupaten Bandung.  

"Dari tangan tersangka AS penyidik menyita barang bukti sabu sebanyak 234 paket sabu siap edar dengan berat total mencapai 300 gram lebih atau 3 ons yang bila dirupiahkan mencapai hampir Rp400.000.000," ungkap Kapolres Cimahi AKBP Mochammad Yoris Maulana Yusuf Marzuki kepada wartawan di Mapolres Cimahi, Jalan Amir Machmud Cibabat, Kamis (24/9/2020).

Ia  mengatakan tersangka mengedarkan sabu dengan berbagai macam cara mulai dari jualan di media sosial, melalui aplikasi chatting, hingga berpura-pura menjadi penjual baju keliling di sekitaran Kota  Cimahi, Kabupaten Bandung, dan Kabupaten Bandung Barat.

"Sebelum ditangkap tanggal 21 September lalu, gerak-gerik tersangka sudah diintai oleh petugas selama 4 bulan. Setelah dilakukan penangkapan dilakukan penggeledahan tersangka mengakui  memang selama  ini ia beroperasi menjual sabu kurang lebih 4 bulan. Sabu ini didapatkan dari salah satu lapas di kota Bandung," 

Menurut Kapolres, dari tangan tersangka AS penyidik menyita barang bukti sabu sebanyak 234 paket sabu siap edar dengan berat total mencapai 300 gram lebih atau 3 ons yang bila dirupiahkan mencapai hampir Rp. 400.000.000,-.

Modus operandinya tersangka melakukan peredaran narkotika jenis sabu dengan berkedok sebagai penjual pakaian keliling di daerah Kota Cimahi, Kabupaten Bandung Barat dan Kabupaten Bandung, dengan cara jual putus dimana tersangka tidak mengenal penjual dan penjual tidak mengenal pembeli.

" Dalam satu hari tersangka bisa mencapai 50 hingga 100 lokasi titik tempelan sabu, sedangkan uang pembeliannya  sudah ditransfer terlebih dahulu oleh pelanggan kepada tersangka," ujarnya.

Akibat perbuatannya itu, tersangka AS akan dijerat dengan pasal 114 dan pasal 112 UU RI  Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara atau denda maksimal 10 Milyar rupiah.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00