Terapis Panti Mesum Berkedok Pijat Masuk Kedoya

Para terapis yang diamankan, segera dibawa Dinas Sosial ke Panti Sosial Khusus Perempuan di Kedoya, untuk menjalani pembinaan selama enam bulan hingga satu tahun (RRI/Ryan)

KBRN, Jakarta: Reskrim Polres Jakarta Utara telah mengamankan sembilan orang terapis Panti Mesum Berkedok Pijat, kawasan 21, Jalan Raya Gading Kirana, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Selasa (22/9/2020). 

Pengungkapan ini dalam rangka mencegah penyebaran Covid-19 yang berpedoman dengan Pergub 79 tahun 2020, dimana tercatat, pembatasan kegiatan baik di tempat rekreasi, tempat hiburan atau restoran di larang beroperasi pada masa pandemi. 

Sembilan orang ini merupakan pembantu operasional, dan tiga orang ditetapkan sebagai tersangka (1 supervisor dan 2 kasir) terkait kegiatan usaha eksploitasi seksual tersebut di tengah pandemi Covid-19.

Wakil Wali Kota Jakarta Utara, Ali Maulana Hakim mengatakan, kalau sembilan wanita ini nantinya akan dibawa oleh Sudin Sosial Jakarta Utara untuk menjalani pembinaan di panti sosial khusus wanita. 

BACA JUGA: Panti Mesum Berkedok Pijat, Tiga Jadi Tersangka

Sebelumnya, para terapis wanita ini sudah menjalani rapid test oleh dokter kesehatan Polres Jakarta Utara.

"Kemudian sudah dilakukan rapid test karena akan kita bawa segera ke panti Kedoya khusus perempuan. Kemungkinan akan menjalani pembinaan enam bulan sampai satu tahun," kata Ali, di Mapolres Jakarta Utara, Selasa (22/9/2020). 

Ali menegaskan, kegiatan panti pijat dilarang beroperasi di masa Pandemi Covid-19. Apalagi Pemprov DKI juga sedang menerapkan PSBB ketat.

"Khusus usaha ini (Panti Pijat), sejak PSBB memang belum diizinkan. Memang ada surat edaran yang diperbolehkan sebelumnya tapi usaha lain. Dan untuk kegiatan ini memang dari awal tidak diperbolehkan buka," jelas Ali.

Pihak Pemerintah Kota Jakarta Utara pun berharap usaha tersebut akan dikenakan denda sebagai efek jera.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00