Kasus Mutilasi, Pelaku Tidur Bersama Jasad Korban

Pelaku kasus mutilasi di Apartemen Kalibata City. (Dok foto: Istimewa)

KBRN, Jakarta: Dua sejoli pelaku mutilasi yang terbongkar kasusnya melalui penemuan jenazah korban di Apartemen Kalibata City, Pancoran, Jakarta Selatan, yaitu LAS dan DAF ternyata sempat tidur bareng dengan korbannya Rinaldy Harley Wismanu. 

Hal itu diungkapkan Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Komisari Besar Polisi Yusri Yunus. Menurutnya, hal itu diketahui setelah pihaknya melakukan rekontruksi yang digelar dua hari lalu. Ia mengatakan, kedua pelaku itu tidur dengan jasad korban yang sudah terpotong-potong. 

"Mereka sempat nginap di situ (Apartmen Kalibata City) satu malam bersama-sama dengan jenazahnya," ujar Yusri saat dikonfirmasi wartawan di Jakarta, Minggu (20/9/2020). 

BACA JUGA: Rekontruksi Kasus Mutilasi Kalibata-City di Beberapa TKP

Yusri menjelaskan, LAS dan DAF melakukan pembumuhan terhadap Rinaldy di salah satu apartemen di kawasan Jakarta Pusat.

Jasad korban sempat ditinggal di dalam kamar mandi apartemen tersebut selama tiga hari sebelum akhirnya pelaku memutilasinya pada 12 September 2020. 

Kedua pelaku memasukan potongan tubuh korban ke dalam koper dan menuju Apartemen Kalibata City. Di Apartemen itu, LAS dan DAF kembali memotong-motong jasad bagian atas korban. Setelahnya, mereka tidur di Apartemen Kalibata City dengan potongan jasad korban. 

BACA JUGA: Pelaku Mutilasi Kalibata City Terancam Hukuman Mati

"Alasannya kecapean, jadi ketiduran di situ (Apartemen Kalibata City)," pungkasnya. 

Sebelumnya, polisi berhasil mengungkap kasus pembunuhan dengan cara mutilasi, yang dilakukan dua sejoli, LAS dan DAF.

Pembunuhan itu dilakukan guna merampok korbannya. Terbukti, pelaku berhasil menggasak rekening korban sebesar Rp97 juta. 

Kepada polisi, para pelaku mengaku merampok untuk kebutuhan ekonomi karena baru dipecat dari pekerjaannya akibat Pandemi Covid-19.

Akan tetapi, keterangan mereka dinilai tak masuk akal jika melihat cara pelaku menghabiskan uang hasil rampokannya. 

BACA JUGA: Korban Mutilasi Apartemen Kalibata, HRD Perusahaan Kontraktor

Berdasarkan hasil penyelidikan dan pengakuan tersangka, mereka menghabiskan uang hasil rampokannya itu dengan cara membeli barang mewah seperti emas batangan, sepeda motor, serta menyewa rumah di Depok.

Akibat perbuatannya, polisi menjerat kedua sejoli ini dengan Pasal 340 dan Pasal 338 dan 365 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP).

Dua tersangka kasus pembunuhan berencana dan mutilasi, Laeli dan Fajri, terancam dihukum maksimal dengan pidana mati atau penjara seumur hidup. 

BACA JUGA: Aplikasi Ini Biang Kasus Mutilasi Kalibata City

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00