Pembunuh Nenek 78 Tahun Di Payakumbuh Ditangkap

KBRN, Payakumbuh : Kurang dari enam jam paska kejadian, Satuan Reserse dan Kriminal (Sat Reskrim) Polres Payakumbuh berhasil mengungkap kasus pembunuhan seorang nenek bernama Ramunas (78), yang merupakan nenek dari istri tersangka berinisial NF panggilan Rian.

Kasat Reskrim Polres Payakumbuh AKP Mochamad Rosidi, Jum’at (18/9/2020), menuturkan, tersangka NF ditangkap di rumah duka nenek Ramunas, di Simpang Tiga Kelurahan Padang Tangah Payobabadar Kecamatan Payakumbuh Timur-Kota Payakumbuh.

“Kepada Penyidik, tersangka yang baru tiga bulan menikah itu menyebut dia nekad menghabisi nyawa korban karena sakit hati sebab korban yang sehari-hari membuka warung harian/makanan ringan itu kerap meminta hutang dan mengomeli tersangka,” ulasnya.

Bahkan saat tersangka dan istrinya tinggal dirumah korban, ungkap Mochamad Rosidi, dia mengaku juga kerap dipermalukan oleh korban. Dipicu hal itulah tersangka akhirnya kalap mata dan menghabisi nyawa korban dengan cara menggorok leher dan mencekik korban. Tidak itu saja, tersangka yang juga Residivis berbagai kasus Kriminal itu, juga membawa kabur sejumlah uang dan perhiasan korban.

“Saya sakit hati pak, karena sering ditagih hutang. Selain itu korban juga kerap dan mempermalukan saya,” sebutnya.

Menurut Mochamad Rosidi, tersangka yang sehari-hari bekerja sebagai petani mengaku datang kerumah korban dengan diantar oleh seorang sepupunya menggunakan sepeda motor.

“Sampai di rumah korban, karena kondisi jalanan sepi, tersangka menyelinap masuk lewat pintu belakang rumah dengan cara memanjat, berhasil masuk, ia lantas menuju ke warung tempat korban sehahari-hari tinggal, karena hanya dikunci dengan tali, sehingga tersangka leluasa untuk masuk,” jelasnya.

Tanpa sepengetahuan istrinya, tersangka pergi  rumah ke  korban dengan diantar oleh sepupu menggunakan sepeda motor. Di lokasi, dia memanjat untuk bisa masuk.

“Setelah berada di dalam warung dan melihat  korban tidur, tersangka langsung mencekik. Karena korban melawan, tersangka mengaku sempat terjatuh, akhirnya tersangka mengambil pisau dapur yang dilihat pas masuk ke dalam rumah, dan korban digorok tersangka sebanyak tiga kali di bagian leher hingga meninggal dunia,” ungkapnya.

Sementara itu Kapolres Payakumbuh, AKBP Alex Prawira menuturkan, terungkapnya kasus itu setelah dilakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), keterangan saksi-saksi serta persesuaian alat bukti yang dicocokkan dengan pelaku.

“Kasus ini terungkap kurang dari 6 jam setelah peristiwa itu dilaporkan, kita behasil mengungkap siapa pelakunya. Hal itu tentu berkat keterangan saksi-saksi dan olah TKP, serta persesuaian alat bukti yang mengarah kepada tersangka. Motifnya adalah tersangka sakit hati kepada korban karena terus ditagih hutang,” tuturnya.

Menurutnya, tersangka dibekuk oleh Polisi saat menemani orang tuanya yang datang ke rumah korban untuk melayat. Tersangka kita amankan saat mengantarkan ibunya melayat kerumah duka, sementara istri tersangka saat itu masih berada di rumah sakit untuk melihat jasad neneknya tersebut.

“Hingga kini tersangka dan sejumlah barang bukti berupa, sebuah pisau dapur, uang serta perhiasan milik korban masih diamankan di Mapolres Payakumbuh Kawasan Labuah Basilang untuk mengikuti proses hukum selanjutnya,” tutup Kapolres. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00