Dua Pemuda Gagal Edarkan Ratusan Butir Hexymer

Ilustrasi Hexymer (Pexels)

KBRN, Pandeglang: Dua pemuda asal Desa Pasireurih, Kecamatan Cisata, Kabupaten Pandeglang, Banten, DY (23) dan AN (21), gagal mengedarkan ratusan butir obat terlarang jenis Hexymer yang baru saja didapat dari kawasan Tangerang.

Soalnya, rencana mereka sudah diketahui lebih dulu oleh aparat kepolisian. Akibatnya kini 914 butir Hexymer siap edar, diamankan polisi dan mereka harus masuk bui.

Kepala Satuan Reserse Narkoba Polres Pandeglang, AKP Akhmad Dheny menceritakan, penangkapan itu bermula dari adanya laporan warga. Dari laporan tersebut, anggota langsung melakukan penyelidikan dan penyergapan terhadap kedua pelaku di rumah DY.

"Keduanya ini diamankan dengan lokasi yang sama di rumah DY pada hari Selasa lalu. Sekitar pukul 15.00 WIB. Saat dilakukan penggeledahan di rumah DY ditemukan 914 butir hexymer," kata Dheny, Jumat (14/8/2020).

Keduanya mengakui bahwa barang haram itu milik AN. Di mana AN mendapatkan barang tersebut dari Tangerang dan rencananya bakal dipasarkan oleh DY.

"Jadi ini obat-obatan terlarang ini milik AN, kebetulan saat itu baru didapat dan dititipkan di rumah DY. Rencananya DY dan AN akan menjual barang haram itu," ucapnya.

Akibat dari perbuatannya, kini kedua tersangka bersama dengan barang bukti diamankan di Polres Pandeglang guna penyelidikan lebih lanjut.

"Keduanya sudah diamankan. Dan untuk Pasal yang disangkakan 197 Juncto Pasal 106 ayat (1) subsider Pasal 196 Juncto Pasal 98 Ayat (2) dan Ayat (3), UU RI Nomor 36 tahun 2009 tentang Kesehatan dengan ancaman maksimal 10 tahun," tandasnya.

Perlu diketahui, sebagaimana dikutip dari doktersehat.com, Hexymer adalah obat dari golongan psikotropika yang dapat mengatasi gejala-gejala penyakit parkinson. Obat hexymer termasuk obat yang tidak dijual bebas dan memerlukan resep dokter untuk menggunakannya. (Foto: Istimewa)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00