Dua Hari Diterapkan, Pelanggar Ganjil Genap Menurun

Kebijakan ganjil genap di DKI Jakarta (Dok: Antaranews)

KBRN, Jakarta: Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Metro Jaya, Kombes Pol Sambodo Purnomo Yogo mengungkap sejak diberlakukannya kembali sistem pembatasan mobilitas kendaraan bermotor khususnya mobil pribadi, yang diterapkan pada 10 Agustus 2020 lalu, terjadi penurunan penindakan secara langsung untuk para pengendara yang melewati jalur wajib Ganjil-Genap (GaGe).

"Sudah terlaksana selama 2 hari dan selama 2 hari ini, di hari kedua dibandingkan dengan hari pertama, ada penurunan jumlah pelanggaran," kata Dirlantas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Sambodo Purnomo Yogo, usai menutup program pelatihan pengemudi dalam rangka keselamatan berlalu lintas di Ciracas, Jakarta Timur, Rabu (12/8/2020).

Ia menjelaskan, adanya jumlah penindakan secara langsung dengan memberikan sanksi penilangan bagi para pelanggar saat penertiban di hari pertama dan hari kedua itu terdapat penurunan penindakan mencapai 20 persen.

"Hari pertama itu 1.062 pelanggaran, baik yang ditilang melalui kamera E-TLE, maupun dilaksanakan secara manual. Sedangkan hari kedua, 840-an (pelanggaran). Jadi berkurang 20 persen," jelasnya lagi.

Dengan melihat akan penurunan jumlah pelanggaran GaGe itu, ia menyebut bahwa pemahaman serta kepatuhan pengguna jalan terhadap ganjil genap semakin meningkat.

Untuk itu, Dirlantas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Sambodo Purnomo Yogo juga berharap, jumlah pelanggaran para pengendara yang tidak mematuhi aturan berlalu-lintas tersebut dapat terus menurun, dan masyarakat dapat kembali beralih menggunakan transportasi umum.

Karena menurutnya, dengan beralihnya aktivitas mobilitas masyarakat dengan menggunakan transportasi umum itu, dapat mengurangi kepadatan pergerakan kendaraan bermotor, khususnya pada wilayah DKI Jakarta.

"Dengan beralihnya masyarakat ke angkutan umum, beban lalu lintas yang ada di DKI semakin berkurang," pungkasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00