Korban Penembakan Misterius Mengaku Dibuntuti Pelaku

Ilustrasi

KBRN, Tangerang Selatan : Seorang dari delapan orang korban penembakan misterius di Tangerang Selatan (Tangsel), Banten mengaku tidak merasakan sakit saat mengetahui tertembak. Namun, sebelum tertembak, korban terlebih dahulu dibuntuti.

Seperti diutarakan S yang berusia 25 tahun, korban penembakan misterius pada tanggal 18 Juni 2020. Warga Pagedangan ini mengatakan, saat itu dirinya dibuntuti sebuah mobil dari belakang.

Mengetahui dirinya dibuntuti, S mengaku, takut dan berupaya kabur agar terhindar dari para pelaku dengan memacu sepeda motornya kencang mungkin.

“Saya enggak melihat pelaku, soalnya saya panik dan menahan rasa sakit, tapi masih bisa jalan,” ujar S yang hadir di Mapolres Tangsel, Selasa (11/8/2020).

“Sakitnya seperti dilempar batu. Setelah itu baru terasa sakit dan saya langsung dibawa ke RS Murni Asih,” imbuhnya.

Lebih lanjut, saat ini peluru tersebut masih bersarang di bagian belakang S, karena menunggu luka kering untuk dilakukan tindakan operasi.

Senada, korban WO atau Wilibrodus Ode, seorang mahasiswa asal Ambon. “Waktu ditembak kiranya dilempar, nggak tahu kalau itu peluru. Terus ya udah lanjut jalan saja ke rumah saudara,” terangnya dilokasi yang sama.

Menurutnya, tiba di rumah saudaranya, dirinya merasakan yang berbeda pada tubuhnya. Kemudian, ia meminta tolong kepada saudaranya untuk membuka baju.

“Pas sampai kontrakan dibukain baju saya ada bekas peluru. Karena panik langsung dicek ke RS Mentari Legok, jadi kita nggak tahu kalau pelurunya di dalam atau tidak, jadi rontgen dulu,” ungkapnya.

Saat selesai di rontgen, dirinya mengaku, ada peluru yang bersarang di paru-parunya, sehingga membuat lengan kanan nya kaku. “Dari rekomendasi yang didapat katanya dua rumah sakit yang bisa tangani ini soalnya sudah tembus paru-paru dan pelurunya pecah jadi dua bagian,” tutupnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00