Dua Oknum Polisi Pengedar Narkoba Sabu Ditembak

KBRN, Surabaya: Satresnarkoba Polrestabes Surabaya membongkar peredaran 3.06 Kilogram sabu dibungkus dalam kemasan teh Cina dan tujuh butir pil ekstasi. Ironisnya dari tersangka ditangkap, dua diantaranya adalah oknum polisi.

Kasat Resnarkoba AKBP Memo Ardian mengatakan, total terdapat enam tersangka berhasil diringkus. Dua oknum polisi mengedarkan narkoba itu terpaksa dilumpuhkan dengan timah panas karena mencoba melawan.

"Sekali lagi saya ingatkan, narkoba itu tidak mengenal jabatan. Jadi, kita tetap komitmen dengan pemberantasan narkoba. Kita menangkap kuda, kudanya adalah oknum anggota, karena melawan petugas dan membahayakan masyarakat, maka kita lakukan tindakan tegas, siapapun itu," kata Memo, Jumat (7/8/2020).

Tidak ada kata ampun, kata dia, bagi semua pelanggar hukum termasuk anggota kepolisian. Sebab, oknum anggota Polisi nyambi jadi bandar ini diketahui dari Jawa Timur, daerah Magetan dan Bangkalan.

"Untuk barang bukti narkoba yang disita Satresnarkoba Polrestabes Surabaya dari jaringan pengedar yang melibatkan dua anggota ini, Kami amankan sepucuk airsoftgun, sepucuk senjata angin (sengin), badik dan parang. Barang itu kami sita dari rumah tersangka Ficky," terang Memo.

Alumni AKPOL Tahun 2002 itu membeberkan, pengungkapan kasus itu bermula dari penangkapan tersangka Ficky, Zaidan dan Fitria.

Ketiganya disergap di rumah Jalan Demak, Selasa (21/7/2020) malam. Dari hasil penggeledahan, disita satu poket berisi 40 gram sabu dan 7 butir pil ekstasi hijau.

Satresnarkoba jug melakukan intorgasi kepada ketiga pelaku, dari ketarangan tersangka Ficky telah mengirim 14 Kilogram sabu dan 500 butir pil ekstasi hijau, pada (16/7/2020). Saat itu, mereka memanfaatkan jasa ojek online dengan salah satu penerima adalah Latifa alias Rara dan Rizky.

"Dia mengakui jika kiriman itu atas perintah HR (suami Fitria). Keesokan hari, kami kembali bergerak dan mengamankan tersangka Latifa alias Rara dan kekasihnya Rizky yang merupakan oknum anggota (Polri) di rumah kos Jalan Tambak Segaran," urainya.

Sementara dari hasil interogasi terhadap Rara dan Rizky diketahui tersangka menyimpan sabu kiriman dari Ficky di rumah kos Jalan Ploso Bogen, Tambaksari, Surabaya. Hasilnya, ditemukan paket besar berisi sabu seberat 3 kilogram dan beberapa butir ekstasi.

"Mereka mengakui jika barang tersebut merupakan sisa. Total barang yang dikirim Ficky sudah diedarkan," tegas Memo.

Dari intrograsi dan pendalaman kasus yang dilakukan, akhirnya diketahui ada oknum polisi aktif yang bermain. Sehari-hari tersangka Rizky dan Agus merupakan anggota aktif Polri. Mereka berdua berdinas di dua polres jajaran Polda Jatim. Keduanya berpangkat Brigadir Kepala (Bripka).

"Perlu diketahui, narkoba tidak mengenal strata, mulai bawah hingga atas. Tapi juga wajib dicatat, kami tidak pandang bulu," tegasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00