Iphone Hingga MacBook Digilas Alat Berat

Handphone, Laptop, hingga Tablet merek ternama dan berharga mahal, digilas alat berat, karena masuk Indonesia secara ilegal (Dok. RRI)

KBRN, Palembang: Puluhan ribu unit gadget beserta aksesoris hasil penyelundupan dimusnahkan oleh Kejaksaan Negeri Palembang.

Gawai ilegal asal Tiongkok tersebut dimusnahkan dalam rangka melaksanakan putusan pengadilan yang telah berkekuatan hukum tetap atas kasus penyelundupan barang ilegal.

Dari total 43.000 unit barang ilegal tersebut di antaranya terdapat ratusan gadget mewah berharga belasan hingga puluhan juta rupiah seperti Iphone 11 Max Pro, Macbook Air, Ipad, Televisi 4K, dan ragam aksesoris, di antaranya earphone portable dan fast charger.

Barang-barang tersebut dimusnahkan dengan cara digilas alat berat di halaman Kantor Kejari Sumsel, Jumat (7/8/2020).

"Sebagian besar itu handphone, laptop dan tablet. Ada juga mainan anak-anak. Semuanya berasal dari Tiongkok. Untuk nilainya tidak dapat dipastikan karena itu barang ilegal," ujar Kepala Kejaksaan Negeri Palembang, Asmadi, dalam keterangannya kepada wartawan usai pemusanahan.

Barang ilegal itu disita dari kedua tervonis yang sudah memiliki kekuatan hukum tetap dua bulan lalu.

Mereka adalah Ali Akbar berperan sebagai kurir, dan Jodi Suiwianto berperan sebagai penadah barang ilegal tersebut.

Keduanya diamankan petugas Bea Cukai Kantor Sumatera bagian Timur, bersama Petugas Bea dan Cukai Palembang, ketika truk box Nopol BG 8861 JE melintas di Jalan Soekarno-Hatta Kota Palembang.

Truk ditahan dan langsung digeledah, kemudian diamankan bersama barang bukti, Januari 2020 yang lalu.

"Modusnya dengan memalsukan dokumen. Keterangan dalam dokumen berbeda dengan barang yang dibawa," jelas Asmadi.

Sementara Walikota Palembang, Harnojoyo, memberikan apresiasi atas apa yang telah dilakukan oleh aparat penegak hukum yang telah menggagalkan penyelundupan gadget ilegal.

Pencegahan masuknya barang ilegal dianggap sebagai salah satu upaya untuk melindungi konsumen dari pembelian barang yang tidak diketahui kualitasnya.

Terlebih masyarakat awam pada umumnya sangat mudah tergoda dengan gadget yang dijual dengan harga murah.

"Bayangkan kalau sampai ke tangan masyarakat, akan banyak sekali masyarakat yang rugi. Jadi masyarakat harus hati-hati, jangan mudah tergiur barang murah tapi kualitas barangnya tidak bisa dipastikan," tandasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00