Kasus Hoaks Anji-Hadi Masuk Tahap Penyidikan

Anji dan Hadi Pranoto. (Dok: Istimewa/Youtube)

KBRN, Jakarta: Penyidik Polda Metro Jaya meningkatkan status kasus dugaan menyebarkan berita bohong atau hoaks dalam sebuah video yang diduga dilakukan oleh musisi sekaligus Youtuber, Erdian Aji Prihartanto atau Anji dan Hadi Pranoto dari penyelidikan ke tahap penyidikan. 

Hal itu diungkapkan, Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Yusri Yunus. Menurutnya hal itu dilakukan setelah pihaknya menggelar perkara kasus yang dilaporkan oleh Ketua Umum Cyber Indonesia, Muannas Alaidid tersebut. 

"Jadi proses ini sudah berjalan dari tingkat penyelidikan ditingkatkan lagi naik jadi tingkat penyidikan," ujar Yusri saat dikonfirmasi wartawan di Jakarta, Kamis (06/08/2020). 

Yusri menjelaskan, berdasarkan gelar perkara yang dilakukan, laporan terhadap Anji dan Hadi Pranoto sudah memenuhi persangkaan di pasal 28 juncto pasal 45A di UU ITE. Namun Polda Metro Jaya belum menetapkan satu tersangka pun dalam kasus tersebut.

"Kita akan melengkapi lagi berkas perkara yang ada. Kita juga akan memeriksa keterangan ahli bahasa, ahli teknologi dan pihak IDI (Ikatan Dokter Indonesia)," tuturnya. 

Sebelumnya, Ketua Umum Cyber Indonesia, Muannas Alaidid melaporkan Anji dan Profesor Hadi Pranoto ke Polda Metro Jaya, Senin (3/8/2020) terkait kasus video soal Covid-19.

Muannas menilai, video tersebut itu terindikasi memuat informasi bohong perihal penemuan obat virus Corona atau Covid-19.

Aduan Muanas itu tercatat dengan nomor laporan polisi: LP/4538/VII/Yan 2.5/2020/SPKT PMJ tanggal 3 Agustus 2020, terkait tindak pidana bidang ITE dan atau menyebarkan berita bohong yang diatur dalam Pasal 28 ayat 1 juncto Pasal 45 UU RI Nomor 19 Tahun 2016 dan atau Pasal 14 dan 15 UU RI Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00