Tiga Korban Fetish Kain Jarik Laporkan Pelaku

Kasus fetish kain jarik (Dok: kurio.id)

KBRN, Surabaya : Sebanyak tiga orang korban melaporkan Gilang Aprilian Nugraha Pratama (22) pelaku fetish kain jarik ke kepolisian. 

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Trunoyudo Wisnu Andiko mengatakan ke tiga korban ini telah dimintai keterangan dan melapor di Polrestabes Surabaya. Selain tiga orang yang melapor kata Truno delapan orang juga telah dimintai keterangan terkait kasus ini. 

"Untuk identitas para saksi kita rahasiakan dirahasiakan. Berdasarkan laporan sudah ada tiga korban dan delapan saksi yang dimintai keterangan," ungkap Truno (6/8/2020).

Pihaknya juga akan meminta keterangan saksi ahli untuk memperkuat bukti-bukti yang sudah dikumpulkan.

Menurut Truno Polda Jatim akan memback up kasus ini, meski saat ini sudah ditangani Polrestabes Surabaya. Polda lanjutnya juga sudah membentuk Satgas yang terdiri dari Ditreskrimsus dan Ditreskrimum Polda Jawa Timur karena terkait dengan patut diduga ada dua kejadian baik secara fisik maupun secara virtual ataupun secara ITE.

"Sebagaimana yang disampaikan Polda Jawa Timur membentuk Satgas yang terdiri dari Ditreskrimsus dan ditreskrimum Polda Jawa Timur karena terkait dengan patut diduga ada dua kejadian baik secara fisik maupun secara virtual ataupun secara ITE," terangnya.

Ketika disinggung sejauh mana kasus ini, Truno menjelaskan untuk proses penyidikan sudah dilakukan langkah-langkah seperti gelar perkara menganalisa evaluasi dan mengkaji apa yang sudah didapat alat bukti.

"Pada saat proses penyelidikan yang kemudian ditingkatkan terhadap kegiatan pendidikan seperti penyitaan kedua olah TKP kemudian ketiga dengan melakukan pemeriksaan bangsa yang sudah saya sampaikan tadi artinya benar dalam hal ini kita sudah melakukan upaya absah dalam suatu aturan yang masuk ke ranah penyidikan," paparnya.

"Rumah atau tempat kos sudah dilakukan upaya olah TKP oleh penyidik sebagai suatu petunjuk awal dari keterangan korban. Maka kita melakukan upaya itu," imbuhnya.

Sebelumnya, Gilang merupakan mahasiswa Universitas Airlangga (Unair) angkatan 2015 yang sedang menempuh semester 10. Namun kini, pihak kampus akhirnya mengeluarkan Gilang. Gilang resmi di drop out (DO) dari Fakultas Ilmu Budaya (FIB).

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00