OPJ 2020 Berakhir, Pelanggar Didominasi Pengendara Motor

Polisi lalu lintas saat melakukan penindakkan kepada pengendara. (Dok: Istimewa)

KBRN, Jakarta : Operasi Patuh Jaya (OPJ) 2020 telah berkahir pada Rabu (05/08/2020) kemarin. Sejak digelar pada 23 Juli 2020 lalu, Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya telah menilang 34.152 pelanggar serta memberikan teguran kepada 65.683 pengendara. 

Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Sambodo Purnomo Yogo mengatakan, dari jumlah tersebut pengendara sepeda motor mendominasi jumlah pelanggaran. Tercatat, jumlah pelanggar sepeda motor sebanyak 27.266 kasus. 

"Jumlah penindakkan 99.835 kali. Adapun jenis pelanggaran paling banyak bagi pengendara sepeda motor adalah melawan arus lalu lintas dengan total 9.519 pelanggaran," ujar Sambodo dalam keterangan tertulis yang diterima wartawan, Kamis (06/08/2020). 

Lebih lanjut, untuk pengendara mobil atau kendaraan khusus lainnya, pelanggaran yang paling banyak dilakukan adalah berkendara di bahu jalan tol dengan total 1.744 pelanggaran. 

"Selama Operasi Patuh jaya 2020, polisi menyita sejumlah barang bukti, yaitu 18.912 lembar Surat Izin Mengemudi (SIM), 15.198 Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK), dan 41 unit kendaraan," tuturnya. 

Sebagaimana diketahui, Ditlantas Polda Metro Jaya menggelar Operasi Patuh Jaya 2020 sejak Kamis (23/07/2020) lalu hingga 5 Agustus 2020, kemarin. 

Operasi Patuh Jaya yang digelar serentak seluruh di wilayah hukum Polda Metro Jaya itu menerjunkan 1807 personel gabungan mulai dari Polri, TNI, Satpol PP dan Dinas Perhubungan (Dishub). 

Setidaknya ada lima jenis pelanggaran yang akan ditertibkan di antaranya tindakan melawan arus, tidak menggunakan helm SNI, mengabaikan marka jalan, melintas bahu jalan tol, dan menggunakan rotator dan sirine tidak sesuai ketentuan.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00