Pria Ini Diringkus Polisi, Menipu Pencari Kerja

Kapolres Cimahi AKBP Yoris saat memberikan penjelasan pengungkapan kasus penipuan(Foto:Amelia Hastuti/RRI)

KBRN, Cimahi: Suherman alias Maman (25) warga Kampung Balakasap Desa Pataruman Kecamatan Cihampelas Kabupaten Bandung Barat, saat ini harus mendekam disel tahanan Polres Cimahi, karena penipuan dan penggelapan serta pencabulan.

Pria yang sehari-harinya bekerja sebagai supir mobil angkutan umum tersebut, dalam aksinya mengaku sebagai kepala personalia atau HRD PT. Ultrajaya Padalarang, berhasil memperdaya para kurban yang akan mencari pekerjaan.

"Pelaku mengiklankan lowongan pekerjaan di kolom komentar grup Facebook info loker Bandung- Cimahi 2020- 2021 dan info loker Bandung- Barat. Kemudian korban yang tertarik mengirim pesan pribadi kepada pelaku melalui Facebook dan selanjutnya saling bertukar nomor WA," ungkap Kapolres Cimahi AKBP Mochammad Yoris Maulana Yusuf Marzuki kepada wartawan, Senin (2/8/2020).

Menurut Yoris, di WA pelaku mengaku HRD dan orang kesehatan di PT. Ultrajaya dan bisa meloloskan para korbannya untuk bisa dipekerjakan di perusahan susu tersebut.

"Pelaku meminta sejumlah uang kepada korbannya dengan cara top up akun go pay miliknya, sebagai uang administrasi. Selain itu pelaku meminta korban berfoto tanpa busana dan divideokan dengan alasan untuk Test keperawann, bahkan beberapa korban diantaranya berhasil disetubuhi oleh pelaku," jelasnya.

Setelah beberapa hari tidak ada kepastian mengenai pekerjaan yang dijanjikan pelaku dan ketika korban menagihnya, pelaku justru mengancam akan menyebarkan foto dan video korban.

Salah seorang korban berinisial AN (19) Saat ditemui RRI di Polres Cimahi, mengaku ikut menjadi korban, setelah melihat lowongan pekerjaan di Facebook, lalu melakukan kontak WA dengan pelaku dengan nomor yang ada di Facebook.

"Kemudian pelaku meminta uang jaminan kerja kepada saya sebesar Rp. 1.500.000,- .Ketika uang sudah dikirim pelaku meminta saya untuk berfoto tanpa berpakaian dan dikirim ke WA pelaku, setelah itu pelaku juga meminta lagi foto yang aneh-aneh,' ujarnya.

Setelah kejadian itu kata AN, Nomor handphone pelaku tidak aktif lagi dan susah untuk dihubungi sehingga ia nekad melaporkan tersangka ke Polres Cimahi, tanggal 27 Juli 2020.

Sementara Kasat Reskrim AKP. Yohannes Sigiro menjelaskan, korban yang melapor ada  5 orang, sedang menurut keterangan pelaku korban seluruhnya ada 11 orang yang merupakan warga Kota Cimahi dan Kabupaten Bandung Barat.

"Dari laporan korban kami terus melakukan penyelidikan yang dipimpin oleh Kanit Resmob Satreskrim Polres Cimahi, sehingga akhirnya tanggal 30 Juli 2020, pelaku berhasil diamankan di rumah mertuanya di Desa Pataruman Cihampelas Kabupaten Bandung Barat," ujarnya.

Selain tersangka, penyidik juga berhasil menyita barang bukti diantara 1 gelang emas dan satu handphone yang dibeli dengan uang hasil kejahatannya, serta sejumlah barang bukti lainnya berupa KTP tersangka, slip top up go pay dan history chating korban dengan pelaku.

Akibat perbuatannya itu, tersangka akan dijerat dengan pasal berlapis yakni pasal 372 dan 378 KUH Pidana tentang penipuan serta Undang Undang RI nomor 44 tahun 2008 tentang Pornografi dengan ancaman hukuman penjara maksimal 14 tahun dan denda maksimal Rp. 6 Milyar.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00