Polisi Dalami Praktik Pencucian Uang di Investasi MeMiles

KBRN, Surabaya : Kepolisian Polda Jawa Timur telah menetapkan lima tersangka terkait investasi bodong MeMiles.

Kelima orang itu mempunyai tugas masing masing yaitu Kamal Tarachan (47), selaku Direktur PT Kam n Kam,  Suhanda (52), sebagai manajer.

Kemudian dr Eva Martini Luisa, sebagai motivator; Prima Hendika, Kepala Tim IT Memiles, serta W, orang kepercayaan direktur PT Kam and Kam yang bertugas membagi reward kepada para member. 

Terkait hal itu saat ini polisi tengah mendalami adanya Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU). Karena, masih ada ratusan miliar aset MeMiles yang belum kembali.

"Semua (saksi yang sudah kami panggil) bisa dipanggil lagi dalam kasus TPPU-nya, termasuk jika keterangan AHS dibutuhkan," kata Luki di Mapolda Jatim Jalan Ahmad Yani Surabaya, Kamis (23/1/2020).

Luky menyebut penyidikan kasus investasi bodong ini hampir rampung. Bahkan saat ini pihaknya tengah membentuk tim untuk menyidik TPPU dan mencari tahu kemana saja uang aset MeMiles dialirkan.

"Namun, ada LP lain yang kini sedang kami bentuk tim, dan ini sudah berjalan, yakni tentang TPPU. Sehingga nanti untuk aset-aset yang belum terjaring ini akan dimasukkan ke TPPU," papar Luki.

Sementara saat disinggung apakah Ari Sigit bagian dari sistem MeMiles, Luki menyebut masih didalami. Pihaknya juga mencari bukti tambahan keterlibatan Ari.

"Ini kami masih dalami itu," pungkas Luki.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00