Polres Bogor Bekuk Penambang Emas Ilegal di Cigudeg

KBRN, Bogor : DI tengah operasi tanggap bencana banjir dan longsor Sat reskrim Polres Bogor menemukan adanya aktifitas penambangan emas illegal di kampung Cililin Sabrang Desa Banyuresmi Kecamatan Cigudeg Kabupaten Bogor, Senin (13/1/2020),  

Dari hasil pengungkapan itupun di dapat barang bukti 80 karung bahan emas , 70 gelundung pengol;ah emas serta 5 mesin penggerak gelundung , uang tunai 1,6 juta rupiah ,  2 tabung gas ukuran 50 kilogram serta peralatan lainnya.

2 pelaku yang di amankan tersebut MAR (24) dan ATA (33) di ketahui tengah melakukan operasi penambangan emas illegal di lubang galian di wilayah itu .

Kapolres Bogor AKBP Muhamad Joni menjelaskan 2 orang yang di amankan tersebut selain pengolah emas illegal juga pemodal yang membeli karung hasil galian di perut gunung salak Bogor.

“Ini yang di tangkap dan kita amankan adalah para pemodalnya , karena kalau tanpa adanya mereka ini maka masyarakat tidak mau melubang untuk mencari batu emas, sementara untuk warga yang melubang kita jadikan saksi dan nanti akan kita lakukan pemeriksaan oleh tim ahli dari LH sejauh mana dampak penambangan illegal ini menjadi penyebab longsor di sana,” jelas Kapolres Bogor AKBP Muhammad Joni, Senin (13/1/2020).

Ada 3 lokasi yang masih menjadi tempat penambangan illegal di gunung Salak yang beririsan dengan wilayah Kabupaten Lebak propinsi Banten.  3 wilayah tersebut adalah Gunung Puntang, Lubang Cingalang, dan lubang Cisapon masuk wilayah desa Banyuresmi Kecamatan Cigudeg . Polisi menjerat 2 pelaku yang di amankan dengan pasal 158 junto pasal 161 UU RI nomor 4 tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara dengan ancaman kurungan di atas 5 tahun dan denda 1 milyar rupiah.   

Lokasi yang menjadi tempat beroperasinya para penambang emas illegal itupun masuk ke dalam kawasan Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS.  Keberadaan para Penambang emas illegal alias gurandil di kawasan itupun di duga menjadi penyebab rusaknya hutan dan bencana alam  Dari 87 ribu hektar kawasan hutan di TNGHS ada 15 ribu hektar kini terbuka akibat perambahan hutan dan penambangan liar.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00