Pangdam Hasanuddin Sorot Tambang Nikel Ilegal Rugikan Negara

Aktivitas tambang nikel/Dolumentasi/ANTARA FOTO/Jojon/ama

KBRN, Jakarta: Panglima Kodam (Pangdam) XIV Hasanuddin, Mayjen TNI Andi Muhammad menyoroti tambang nikel ilegal di Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara. Sebab, aktivitas tambang tersebut diduga merugikan negara hingga triliunan rupiah, baik dari sisi ekonomi maupun ekologi. 

Ia pun meminta aparat penegak hukum, mulai dari Polres, Kejaksaan, serta instansi terkait untuk bertindak tegas. "Ini sangat merugikan negara," katanya, ditulis Rabu (17/8/2022). 

Salah satu yang disorotnya aktivitas pertambangan ilegal dalam kawasan hutan produksi PT BPS di Desa Muara Lapao Pao. Sebelum dicabut izinnya, perusahaan itu diketahui hanya mengantongi izin batuan, namun dalam kenyataannya melakukan penambangan nikel ilegal. 

Menurut Pangdam, aktivitas pertambangan nikel ilegal seperti ini harusnya tidak dibiarkan dan perlu segera diusut. Sebab, tindakan semacam ini sama dengan melawan pemerintah. 

"Bayangkan, kalau sudah tidak ada izin, areal hutan ditambang secara illegal, laut ditimbun untuk membuat jalan operasinya," ujarnya. "Saya yakin ini ada oknum yang membekingi, kita kan negara hukum, tidak boleh hal itu terjadi."

Untuk mengusut praktek pertambangan ilegal itu, kata Pangdam, ia telah memerintahkan jajaran melakukan investigasi. Juga meminta jajaran berkoordinasi dengan Komandan Korem (Danrem) dan instansi terkait agar menindak tegas, guna memberi efek jera. 

"Bayangkan negara dirugikan dari segi pajak maupun pendapatan negara," ucapnya. "Bukan hanua pajak serta kerusakan lingkungan dan ekologi yang parah."

Ia lalu mendorong peran aktif Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) dan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) untuk menyoroti aktivitas illegal itu. “Kalau tidak, kasihan negara dan rakyat dirugikan kalau terjadi bencana,” katanya. 

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral telah meminta aparat menindak PT BPS. Sebab perusahaan itu dianggap tidak lagi memiliki kewenangan penambangan.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar