Viral, Transpuan Jadi Tersangka Malpraktik Suntik Silikon

Kapolres Metro Jakarta Selatan, Kombes Pol Budhi Herdi Susianto, saat memimpin konferensi pers pengungkapan kasus malpraktik suntik silikon di Mapolres Metro Jakarta Selatan, Rabu (23/6/2022). (Foto: Deni Muhtarudin/RRI).

KBRN, Jakarta: Polisi telah menetapkan dua orang transpuan yang viral sebagai tersangka dalam kasus malpraktik suntik silikon yang menyebabkan tewasnya seorang perempuan berinisial (I) di sebuah apartemen di kawasan Cipulir, Jakarta Selatan.

Kapolres Metro Jakarta Selatan, Kombes Pol Budhi Herdi Susianto mengungkapkan, jasad (I) pertama kali ditemukan pada 8 Juni 2022 lalu. Saat itu, pihak layanan kamar melaporkan adanya bau busuk di sebuah kamar di lantai 2.

"Sebelum kejadian itu, ada peristiwa, ada orang yang secara terburu-buru menitipkan kunci kamar tersebut kepada petugas Housekeeping yang kemudian langsung meninggalkan lokasi tersebut," ungkapnya saat konferensi pers di Mapolres Metro Jakarta Selatan, Rabu (22/6/2022).

Budhi menjelaskan, bersama sekuriti, pihak layanan kamar itu lalu melakukan pengecekan dan mendapati kamar itu dalam keadaan tidak terkunci. Saat dibuka, ditemukan sesosok mayat yang telah membusuk dan dalam kondisi setengah telanjang berbaring di ranjang.

Polisi yang mendapat laporan tersebut langsung mendatangi lokasi dan menggelar olah tempat kejadian perkara. Adapun kedua tersangka tersebut adalah A alias Lisa dan RH alias Bela (41).

Merujuk pada pemeriksaan kamera pengawas CCTV, ditemukan fakta lain, yakni korban sempat bertemu seseorang di lobi apartemen. Polisi pun bergerak dan mendapati sosok Lisa yang merupakan pemilik salon.

"Dari apa yang kami temukan ini, kami melakukan penangkapan pertama adalah terhadap seseorang atas A alias Lisa, pekerjaan salon," ujar Budhi.

Aparat Polres Metro Jakarta Selatan bersama jajaran Resmob Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya menangkap Lisa di salon miliknya di kawasan Tangerang Selatan pada 9 Juni 2022. Kepada polisi, Lisa mengakui melakukan suntikan silikon ke tubuh korban.

"Memiliki jasa penyuntikan silikon dan kemudian alat maupum bahan serta cairan-cairan untuk pembius dan sebagainya," kata Budhi.

Polisi kemudian melakukan pengembangan dan mendapati temuan bahwa ada pihak lain yang terlibat dalam kematian I. Maka polisi meringkus Bela yang merupakan karib I dan berperan memberitahu jasa suntik silikon yang dilakukan Lisa.

Budhi mengungkapkan, Bela merekomendasikan jasa Lisa kepada korban I. Pasalnya, Bela juga pernah menggunakan jasa Lisa untuk memasukkan cairan silikon ke tubuhnya.

"Kami lakukan sementara bahwa Bela ini yang merekomendasikan korban untuk dilakukan suntik silikon kepada tersangka A alias Lisa," ungkapnya.

Dalam kasus ini, polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti. Mulai dari satu jeriken berisi cairan silikon, cairan etanol, satu kardus jarum suntik hingga ponsel genggam.

Atas perbuatannya, polisi menjerat Lisa dan Bela menggunakan Pasal 359 KUHP jo Pasal 197 dan Pasal 198 UU Nomor 36 Tahun 2009 Tentang Kesehatan. Keduanya terancam hukuman 15 tahun penjara.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar