Polisi Kedepankan Edukasi di Operasi Patuh Jaya

Polantas mengatur pengalihan arus di simpang Lohbener, Indramayu, Jawa Barat, Jumat (31/5/2019). Dokumentasi - ANTARA FOTO/Dedhez Anggara/hp.jpg

KBRN, Jakarta: Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri, Irjen Pol Firman Shantyabudi memerintahkan kepada seluruh jajaran Polisi Lalu Lintas (Polantas), mendahulukan edukasi, ketimbang pemberian sanksi, dalam Operasi Patuh Jaya.

Operasi yang digelar di sejak hari ini, Senin 13 Juni hingga 14 hari ke depan 26 Juni 2022 itu digelar di seluruh Indonesia.

"Tidak menitikberatkan kepada operasi yang dilaksanakan secara stasioner di jalan maupun mengejar target," kata Firman kepada wartawan, Senin (13/6/2022).

Lebih jauh, Firman menyatakan, tugas utama Polantas dalam operasi kali ini adalah meningkatkan ketertiban masyarakat, dalam berlalu lintas.

Jajaran kepolisian, lanjut dia, nantinya akan diminta untuk memperlihatkan hasil data evaluasi, baik jenis pelanggaran yang paling banyak dilakukan, dan penyebab terjadi kemacetan, hingga kecelakaan.

"Jadi sekali lagi fokuskan perhatian kita arahan dan teguran simpatik yang dilaksanakan kepada masyarakat kepada pelanggaran yang dimaksud," ungkapnya. 

Sementara itu, terang Firman, dalam operasi kali ini, Polantas telah dibantu dengan teknologi Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE). Sehingga kepada anggota di lapangan hanya memberikan teguran kepada pelanggar.

"Kegiatan penegakan hukum akan kita laksanakan melalui kegiatan elektronik dan kegiatan teguran simpatik selama melakukan operasi di lapangan," pungkasnya. 

Adapun dalam gelaran Operasi Patuh Jaya 2022 ini terdapat delapan pelanggaran prioritas yang menjadi perhatian diantaranya:

1. Kendaraan yang menggunakan knalpot bising (tidak sesuai standar);

2. Kendaraan yang menggunakan rotator tidak sesuai dengan ketentuannya;

3. Balap liar;

4. Kendaraan yang melawan arus;

5. Menggunakan telepon genggam pada saat berkendara;

6. Tidak menggunakan helm SNI pada saat mengendarai motor

7. Tidak menggunakan sabuk pengaman pada saat mengemudikan mobil

8. Berboncengan lebih dari satu orang pada saat mengendarai motor.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar