TNI AL Gagalkan Penyelundupan Narkoba di Papua

TNI AL tangkap pelaku pembawa narkoba jenis Ganja di Papua, Foto: TNI AL

KBRN, Jakarta: Tim Gabungan TNI Angkatan Laut telah menggagalkan menggagalkan upaya penyelundupan satu paket narkoba jenis ganja dan 320 tangkai buah pinang atau setara dengan 15 karung pinang ilegal yang tidak dilengkapi dengan dokumen sah di Utara Perairan Skouw Sae, Jayapura, Papua. 

Komandan Lantamal X Jayapura Brigjen TNI (Mar) Feryanto P. Marpaung menjelaskan kronologis kejadian, di mana informasi awal diberikan Pos AL Skow Sae  kepada unit I Tim Intel Lantamal X, bahwa akan ada speedboat dari Papua New Guenea (PNG) melewati perbatasan menuju Jayapura yang diindikasi memiliki muatan tanpa dokumen.

Setelah mendapatkan perintah pengejaran dari Danlantamal X, kemudian tim gabungan TNI AL secara cepat bergerak menuju sasaran yang diduga akan dilintasi pelaku.

"Tepat di perairan sekitar Tanjung Jar Holtekamp terlihat adanya speedboat yang melintas dengan sekitar lima orang penumpang dari arah PNG," kata Feryanto, lewat keterangan tertulis, Senin (23/5/2022). 

Setelah dilaksanakan pengejaran dan berhasil dihentikan, Tim EFQR melakukan pemeriksaan dan didapati speedboat tersebut benar membawa paket narkoba jenis ganja dan buah pinang yang tidak disertai dokumen lengkap berupa surat dari Dinas Karantina Kelas 1. 

Tim gabungan TNI AL kemudian mengamankan dua warga negara asing (WNA) asal PNG dan tiga orang warga negara Indonesia (WNI) yang menggunakan satu unit speed boat di sekitar perairan Skouw Sae. 

"Selanjutnya speedboat dibawa ke Mako Satrol Lantamal X dengan pengawalan tiga Sea Rider guna pemeriksaan lebih lanjut," terangnya. 

Danlantamal X mengkhawatirkan barang komoditas jenis pinang yang dibawa oleh para pelaku tersebut dapat membawa hama penyakit yang dapat ditularkan ke tanaman sejenis di wilayah RI, karena tidak melalui pemeriksaan oleh pihak imigrasi. 

Terkait dengan narkoba jenis ganja memang banyak ditanam di wilayah PNG dan paling efektif diselundupkan melalui jalur laut, karena barang-barang tersebut sewaktu-waktu dapat ditenggelamkan ke laut untuk menghilangkan barang bukti ketika mereka tertangkap.

Para pelaku akan dijerat pasal berlapis yakni UU No. 10 Tahun 1995 tentang Kepabeanan pasal 102 dengan ancaman pidana penjara paling singkat 1 tahun dan pidana penjara paling lama 10 tahun serta denda paling sedikit 5 miliar rupiah. Kemudian UU No. 21 Tahun 2019 tentang Karantina Hewan Ikan dan Tumbuhan pasal 33 ayat 1 Jo pasal 86 dengan ancaman pidana penjara paling lama 10 tahun dengan ancaman denda paling banyak 10 miliar rupiah, dan UU No. 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian pasal 113 dengan ancaman pidana penjara paling lama 1 tahun dan pidana denda paling banyak 10 juta rupiah.

Sementara itu, untuk tindak pidana narkotika akan dijerat UU No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika pasal 112, di mana setiap orang yang tanpa hak atau melawan hukum memiliki menyimpan menguasai atau menyediakan narkoba dengan ancaman hukuman penjara paling lama 12 tahun dan pidana denda paling sedikit 800 juta sampai 8 miliar rupiah.

"Selanjutnya para pelaku dan barang bukti di serahkan kepada Keimigrasian, Karantina Pertanian serta Polresta Jayapura untuk dilakukan pendalaman lebih lanjut," tutup Danlantamal.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar