Polres Jaksel Tangani Kasus Penipuan Viral Pancoran

Kapolres Metro Jaksel, Kombes Pol Budhi Herdi Susianto, saat ditemui di kantornya menjelaskan tentang penipuan viral di Pancoran. (Deni Muhtarudin/RRI)

KBRN, Jakarta: Polres Metro Jakarta Selatan (Jaksel) membantu menangani kasus dugaan penipuan yang dilaporkan seorang warga bernama Bambang Djaya (BD) di Polsek Pancoran.

Kasus penipuan tersebut sempat menjadi viral atau polemik lantaran munculnya isu bahwa pelapor disebut dijadikan sebagai ‘ATM’ atau diperas oleh oknum polisi dari Polsek Pancoran.

"Kami dari Polres, Polda maupun Mabes Polri turun tangan terkait kasus ini. Kami sudah memastikan, penyidiknya juga sudah kita lakukan pemeriksaan terhadap kasusnya ya, pelapor juga. Intinya kasus ini sudah kami lakukan asistensi," ujar Kapolres Metro Jakse, Kombes Pol Budhi Herdi Susianto, dalam keterangan resmi yang diterima RRI.co.id, Jakarta, Sabtu (21/5/2022).

Budhi menjelaskan, kasus dugaan penipuan itu sebelumnya ditangani oleh Polsek Pancoran. Namun, saat ini Polres Metro Jaksel telah mengambil alih kasus tersebut.

"Kami akan mengambil alih kasus itu dan akan kita proses oleh Polres, dan nantinya jika terbukti akan kita teruskan ke pengadilan. Namun, jika tidak terbukti, pasti melalui proses gelar perkara," ungkapnya.

Budhi memastikan, pihaknya menangani kasus dugaan penipuan secara profesional.

"Prinsipnya polisi akan terus bekerja sesuai prosedur dan profesional," katanya.

Sekadar informasi, Bambang Djaya melaporkan kasus dugaan penipuan tersebut pada 2020 lalu ke Polsek Pancoran. Dalam beberapa bulan, kasus tersebut ditingkatkan dari penyelidikan ke penyidikan.

"Dari proses penyidikan ini, penyidik menetapkan tersangka terhadap terlapor, kemudian setelah ditetapkan tersangka dilakukan pemeriksaan dan kemudian ditahan oleh penyidik," ujar Budhi.

Namun, lanjut Budhi, di tengah perjalanan kasus ini terjadi kesepakatan antara pelapor dan terlapor.

"Bahkan ada semacam pembayaran walaupun belum seluruhnya diterima oleh pelapor," ungkapnya.

Lewat kesepakatan yang dilakukan secara tertulis itu, Budhi menjelaskan, penyidik kemudian menangguhkan penahanan tersangka.

"Namun setelah ditangguhkan, tersangka ini mengingkari terhadap kewajiban-kewajiban yang seharusnya sudah harus dilaksanakan sesuai dengan kesepakatan tersebut. Ini yang kemudian membuat masalah ini berlarut-larut," katanya.

"Tentunya kami tidak fokus bagaimana pengembalian ataupun kerugian tersebut. Tapi kami akan fokus pada proses penyidikan, proses terhadap dugaan pidana yang terjadi di Polsek Pancoran itu," ujar Budhi melanjutkan.

Sementara itu, Bambang selaku pelapor membantah telah dijadikan ‘ATM’ oleh penyidik kepolisian.

"Saya tidak pernah dijadikan ATM, maupun diperas oleh penyidik. Itu tidak benar dan saya tidak pernah bicara soal itu, tidak benar mengenai berita itu," ungkap Bambang.

"Kalau mengenai bahwa selama perjalanan pelaporan itu memang betul sampai 2 tahun, tidak pernah tuntas. Hanya itu saja kira kira," kata Bambang menambahkan.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar