FOKUS: #PPKM

Kasus Double O: Polisi Identifikasi Tiga Jenazah

Sejumlah keluarga korban terbakarnya klub malam Double O menanyakan nasib keluarga mereka di Posko Antemortem RSUD Sele Be Solu Kota Sorong, Papua Barat, Kamis (27/1/2022). Tim DVI Antemortem Biddokes Mabes Polri telah tiba di Sorong untuk membantu tim DVI Polda Papua Barat dalam mengidentifikasi 17 jenazah yang ditemukan di tempat kejadian perkara. ANTARA FOTO/Olha Mulalinda

KBRN, Jakarta: Polda Papua Barat masih melakukan penanganan korban, dimana 17 orang sudah terkonfirmasi dengan pihak keluarga.

Kemudian, 14 orang telah datang langsung ke Posko Ante Mortem untuk melaksanakan pemeriksaan dan pencocokan sampel DNA.

Sejauh ini, sudah ada tiga orang yang teridentifikasi yakni Indah Sukmadani atau dikenal sebagai DJ Indah Cleo, kemudian Hermani Syahputra dan Fikran Kernolas.

Ketiganya akan dikembalikan kepada keluarga hari ini.

“Tiga inilah yang sudah teridentifikasi dan hari ini kita mungkin akan serahkan kepada pihak keluarga,” ujar Kapolda Papua Barat Irjen Pol Tornagogo Sihombing, saat dihubungi RRI.co.id, Sabtu (29/1/2022).

Saat ini telah dilakukan rekonsiliasi antar keluarga korban dan korban guna pencocokan sampel DNA.

Tim identifikasi telah mengunjungi kos atau tempat tinggal korban untuk pencocokan Ante Mortem.

Nama-nama korban telah dikantongi oleh pihak Pusdokkes Polri. 

"Sampel DNA seluruh korban sudah dikirim ke Puslabfor Jakarta guna proses identifikasi lebih lanjut," tutup Tornagogo.

Tim DVI Mabes Polri melakukan olah TKP di Bar Double O, dengan penjagaan ketat aparat Brimob bersenjata lengkap demi mengantisipasi terjadinya gangguan keamanan.

Selanjutnya pihak Tim DVI Mabes Polri langsung memeriksa semua ruangan Bar Double O.

Namun Tim DVI Mabes Polri tidak bisa naik ke lantai dua tempat 17 korban kebakaran karena belum ada izin dari Dinas Pekerjaan Umum dan Dinas Kebakaran Kota Sorong.

Kabid DVI Pusdokkes Mabes Polri, Kombes Pol Muhammad Fauzi, menjelaskan, olah TKP yang dilakukan ini merupakan bagian dari proses identifikasi mayat.

"Kita saat ini kan lagi olah TKP dan melihat kondisi sebenarnya TKP dari kejadian ini. Nanti kita akan coba mendalami lagi data-data yang kita dapat dari Ante Mortem dan Post Mortem, selanjutnya kita akan coba memastikan, mencocokkan Antara kedua data tersebut agar mendapatkan hasil maksimal dalam identifikasi jenazah," ujar Fauzi.

Proses indentifikasi jenazah korban kebakaran Bar Double O dalam bentrokan berdarah sampai saat masih terus berlangsung.

Untuk itu, pihak Tim DVI Mabes Polri bekerja ekstra ketat, dan tidak melupakan asas ketelitian dalam pemeriksaan data primer dan data sekunder.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar