SESMI Apresiasi Program Presisi Kapolri

KBRN, Jakarta: Program Polri prediktif, responsibilitas, transparasi, dan berkeadilan (Presisi) yang dicanangkan Jendral Pol Listyo Sigit Prabowo sudah berjalan satu tahun, tepatnya sejak mantan Kabareskrim itu dilantik menjadi Kapolri, 27 Januari 2021 lalu.

Ketua Umum Serikat Sarjana Muslim Indonesia (SESMI) DKI Jakarta, Awaludin pun menyoroti kinerja Polri di bawah kepemimpinan Jendral Pol Listyo Sigit Prabowo, yang dinilainya cukup berhasil dalam mewujudkan Polri Presisi.

"SESMI secara kelembagaan mengapresiasi keberhasilan Kapolri Jendral Listyo Sigit dalam memimpin institusi Polri. Organisasi yang berdiri pada 2 Mei 1964 tentunya berharap agar soliditas Polri secara internal dan juga sinergitas dengan seluruh elemen bangsa tetap terjaga dalam merawat kebinnekaan bangsa dan pluralitas ummat," kata Ketua Umum Awaludin, di Jakarta, Jumat (28/1/2022).

Ia memaparkan beberapa indikator penilaian terhadap visi Polri Presisi dalam menjaga tugasnya sebagai bagian dari aparat penegak Hukum. Pertama, peningkatan kinerja internal Institusi. Kedua, silaturrahmi dengan elemen masyarakat. Ketiga, vaksinasi bersama elemen kepemudaan dan mahasiswa. Keempat, melakukan rangkaian perlombaan yang grand design-nya adalah Polri bukan anti kritik. Lomba mural dan orasi kritik salah satunya. Kelima, tingkat kepuasan masyarakat terhadap kinerja Polri.

Lembaga Kajian Strategis Kepolisian Indonesia (Lemkapi) melakukan survei terhadap tingkat kepuasan masyarakat atas kinerja Polri. Hasilnya, sebanyak 84,2 persen masyarakat mengaku puas atas program Presisi Kapolri.

Data tersebut, jelas Awaludin, menunjukkan tren positif penilaian masyarakat terhadap kinerja Polri. Ini juga merupakan wujud dari pelaksanaan visi Polri Presisi menjadi gebrakan besar terhadap institusi kepolisian Republik Indonesia.

"Masalah yang dihadapi Polri cukup kompleks, bukan cuma mengenai kantibmas, tetapi juga di internal institusi. Tagline yang dicanangkan Kapolri Jendral Pol Drs Listyo Sigit Prabowo M.Si, bahwa Polri Presisi sudah tepat," ujarnya.

Menurut Awaludin, pendekatan persuasif dengan anggota Kepolisian dan masyarakat terbukti mampu menyelesaikan berbagai polemik yang terjadi di bangsa ini. Kerja sama antar institusi/lembaga pun semakin ditingkatkan, baik itu dengan TNI maupun dengan institusi lainnya seperti dengan NU, Muhammadyiah, dan Syarikat Islam, yang merupakan institusi keagamaan yang berpengaruh di tanah air.

"Hal lain yang menjadi tantangan diawal kepemimpinan Jendral Listyo Sigit adalah mengenai penyebaran virus Covid -19. Hal ini dikarenakan tingkat penyebaran virus ini di Indonesia mengalami peningkatan setiap harinya. Polri bekerja maksimal untuk menghentikan penyebaran Covid-19," ungkap Awaludin.

Di sisi lain, Polri juga menerapkan teknologi digitalisasi sebagai bagian dari peningkatan pelayanan terhadap masyarakat. SIM Online adalah contoh kecil dari penerapan konsep digitalisasi Polri yang berdampak langsung terhadap pelayanan masyarakat.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar