Polisi Selidiki Investor Kantor Pinjol di PIK

KBRN, Jakarta: Polisi akan menyelidiki siapa sumber dana perusahaan atau investor pinjaman daring ilegal atau pinjaman online (pinjol) di salah satu ruko Palladium Blok G7, di kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK), Jakarta Utara.

"Kami akan kembangkan dari mana supply (pasokan) dana mereka ini," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Endra Zulpan, di kawasan PIK, Penjaringan, Jakarta Utara, Rabu (26/1/2022). 

Ia menjelaskan, perusahaan pinjol ilegal yang berkantor di Ruko Palladium, Pantai Indah Kapuk, Jakarta Utara tersebut bisa memberikan pinjaman hingga Rp10 juta. 

"Karena kegiatan pinjol ini mereka memiliki batasan pinjaman. Batasan terendah adalah Rp1,2 juta, kemudian batasan tertinggi adalah Rp l10 juta," jelas Zulpan.

Di ketahui, Kantor pinjol tidak berizin OJK tersebut mengoperasikan sebanyak 14 aplikasi ilegal, di antaranya Dana Aman, Uang Rodi, Pinjaman Terjamin, Go Kredit, Dana Induk, dan Dana Online. 

Dalam penggerebekan tersebut, polisi mengamankan 99 karyawan pinjol ilegal yang terdiri dari satu manajer dan 98 karyawan. 

Meski belum mengungkapkan angka pasti dana kelolaan mereka, polisi menyebut cukup banyak masyarakat yang menjadi korban pinjol ilegal tersebut. 

"Cukup banyak orang yang melakukan peminjaman di kegiatan ini. Kita lihat karyawannya saja sampai 98 orang, tentunya banyak masyarakat yang menjadi korban," terangnya.

Zulpan juga mengungkapkan bahwa banyak di antara karyawan pinjol ilegal tersebut masih berstatus anak di bawah umur, namun ia tidak merinci berapa orang karyawan perusahaan tersebut yang berstatus anak. Seluruh karyawan dan manajer pinjol ilegal selanjutnya akan dibawa ke Polda Metro Jaya untuk dilakukan pemeriksaan secara intensif.

"Hari ini kami bawa ke Polda Metro Jaya, kami urai perannya, dan kami tentukan apakah dia sebagai saksi atau tersangka," tutur Zulpan.

"Kegiatan pinjol melanggar ketentuan hukum. Pertama UU ITE, Undang-undang Perlindungan Konsumen No. 8 Tahun 1999 khususnya pasal 62, di mana para pelaku pinjol bisa dipidana dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara," tambah Zulpan.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar