FOKUS: #PPKM

Polsek Kelapa Gading Bantu Warga Bedah Rumah

Aparat Kepolisian Polsek Kelapa Gading bersama Polres Metro Jakarta Utara melakukan program Bedah Rumah untuk tempat tinggal salah satu warga RW 02 Kelurahan Pegangsaan Dua, Kelapa Gading, Jakarta Utara. Diketahui program bedah rumah tersebut  sudah berlangsung sejak November 2021 dan kini menyasar satu rumah milik pasangan suami istri Zailani (70) dan Asnah (67). Peresmian tersebut dilakukan secara simbolis dimana Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Pol Wibowo memberikan kunci rumah tersebut. (Foto: Dok. Polsek Kelapa Gading)

KBRN, Jakarta: Aparat Kepolisian Polsek Kelapa Gading bersama Polres Metro Jakarta Utara melakukan program Bedah Rumah untuk tempat tinggal salah satu warga RW 02 Kelurahan Pegangsaan Dua, Kelapa Gading, Jakarta Utara.

Diketahui program bedah rumah tersebut  sudah berlangsung sejak November 2021 dan kini menyasar satu rumah milik pasangan suami istri Zailani (70) dan Asnah (67).

Peresmian tersebut dilakukan secara simbolis dimana Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Pol Wibowo memberikan kunci rumah tersebut. 

Wibowo mengatakan, program Bedah Rumah ini adalah bentuk empati serta kepedulian kepada masyarakat di masa pandemi.

Sehingga hal ini bisa membantu meringankan kehidupan masyarakat.

"Ini sebagai pilot project. Ini kegiatan pertama yang bisa memancing donatur lain. Termasuk kita akan lakukan ke polsek-polsek untuk lakukan kegiatan yang sama," kata Wibowo kepada awak media di kawasan Pegangsaan Dua, Kelapa Gading, Jakarta Utara, seperti dikutip RRI.co.id, Selasa (25/1/2022).

Dalam program bedah rumah tersebut, para donatur berhasil mengumpulkan dana Rp72.900.000 untuk membedah rumah Zailani dan Asnah agar layak huni dan tidak kebanjiran lagi.

Menurut Asnah, rumahnya telah di renovasi total.

Tembok dindingnya yang miring dirobohkan lalu dibangun kembali. 

Lantainya dibuat lebih tinggi, karena ditimbun dari dinding batu bata lama yang dirobohkan, agar Asnah dan suami bisa tidur di rumah dengan tenang saat hujan turun.

"Saat belum dibedah saya khawatir atap rumah yang ditinggali bersama lima cucu saya itu bisa roboh karena tembok-tembok yang sudah miring," ungkap Asnah. 

Asnah mengungkapkan, sudah pernah mencoba membedah rumahnya sendiri.

Tapi hanya bagian atap yang bisa dia betulkan sendiri karena terkendala dana.

"Sudah habis uang saya, daripada kebocoran terus. Pas lagi jualan nasi uduk, pada bocor. Ya sudah pas saya dapat rezeki, saya kumpulkan sehari-hari buat membetulkan atap," tutur Asnah.

Karena itu, ia amat bersyukur serta berterima kasih kepada TNI-Polri, RT/RW, dan para donatur yang membantu meringankan bebannya.

"Semoga dimudahkan rezeki yang mengasih saya, saya enggak bisa membalas apa-apa, tapi Allah," ucap Asnah.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar