Diduga Pungli, Oknum Polsek Somba Opu Diperiksa

Ilustrasi Pungutan Liar / Kepala Unit Reserse dan Kriminal (Kanit Reskrim) Polsek Somba Opu Polres Gowa diduga melakukan pungutan liar (pungli) terhadap terduga pelaku yang ditangkapnya. Kanit Reskrim berinisial IH, berpangkat Ipda itu, diduga telah menghentikan perkara bandar chip game online. Parahnya, Ipda IH ternyata tidak sendiri, karena didapati dugaan bahwa ia bekerja sama dengan 4 orang anggotanya di jajaran Polsek Somba Opu. (Foto Ilustrasi: Dok. Antara)

KBRN, Gowa: Kepala Unit Reserse dan Kriminal (Kanit Reskrim) Polsek Somba Opu Polres Gowa diduga melakukan pungutan liar (pungli) terhadap terduga pelaku yang ditangkapnya.

Kanit Reskrim berinisial IH, berpangkat Ipda itu, diduga telah menghentikan perkara bandar chip game online. 

Parahnya, Ipda IH ternyata tidak sendiri, karena didapati dugaan bahwa ia bekerja sama dengan 4 orang anggotanya di jajaran Polsek Somba Opu. 

Atas kejadian itu, Propam Polda Sulsel akhirnya turun tangan dan memeriksa kelima polisi aktif tersebut.

Mereka diduga telah meminta uang sebesar Rp6 juta, agar kasus bandar chip game online yang ditanganinya segera dihentikan.

“Terkait kasus Kanit Reskrim Polsek Somba Opu, ditemukan dugaan adanya pungli pada sebuah perkara yang sempat viral itu. Setelah dilakukan pemeriksaan, ternyata benar di situ ada dugaan pelanggaran kode etik,” kata Kabid Propam Polda Sulsel, Kombes Pol Agoeng Adi Koerniawa, saat dimintai keterangan oleh RRI.co.id, Sabtu (22/1/2022).

Dia menjelaskan, kasus ini bermula saat salah seorang bandar chip game online itu meminta agar kasusnya tidak dilanjutkan sambil menyodorkan sejumlah uang.

Sementara, para oknum polisi ini termasuk Ipda IH sepakat menerima uang tersebut dan menghentikan kasusnya.

“Mereka bernegosiasi sama pelaku untuk tidak ditahan. Jadi, bandar itu minta kepada istrinya menyerahkan uang yang telah disetujui sekitar Rp6 juta dan chip-nya juga diambil oleh yang bersangkutan ini (Ipda IH),” ungkapnya.

Hingga kini, lanjut Kombes Agoeng, kelima anggota polisi tersebut masih menjalani pemeriksaan di Propam Polda Sulsel.

Apabila terbukti bersalah, nantinya akan dilimpahkan ke Polres Gowa untuk disidangkan.

“Sekarang masih diperiksa di Propam. Setelah itu saya laporkan ke pimpinan, arahan Kapolda untuk anggotanya disidangkan di Polres Gowa dan untuk perwira, sidang kode etik di Polda Sulsel,” jelasnya.

Saat ditanya terkait pencopotan jabatan, kata Agoeng, pihaknya belum mencopot Ipda IH dari jabatannya sebagai Kanit Reskrim Polsek Somba Opu.

Sebab, hal itu masih dalam tahap evaluasi. 

“Belum dicopot, sementara kita evaluasi dan untuk Kapolsek tidak terlibat. Kita sudah tindak tegas langsung laporkan ke kapolda,” terangnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar