FOKUS: #PPKM

Operasi Damai Cartenz 2022, Ribuan Personel Diterjunkan

Sebagai pengganti Satgas Nemangkawi, Operasi Damai Cartenz 2022 akan melibatkan 1.925 personel. Operasi ini akan mengedepankan pendekatan kesejahteraan terhadap masyarakat di sana. Sebagian dari jumlah tersebut, akan diisi oleh aparat yang berada di Papua, dan dikombinasikan dari luar wilayah tersebut. Personel yang bertugas terdiri dari 528 orang dari Polda Papua dan 1.296 orang lainnya merupakan pasukan backup dari Mabes Polri. (Foto: Dok. Antara)

KBRN, Jakarta: Sebagai pengganti Satgas Nemangkawi, Operasi Damai Cartenz 2022 akan melibatkan 1.925 personel.

Operasi ini akan mengedepankan pendekatan kesejahteraan terhadap masyarakat di sana. 

Sebagian dari jumlah tersebut, akan diisi oleh aparat yang berada di Papua, dan dikombinasikan dari luar wilayah tersebut.

Personel yang bertugas terdiri dari 528 orang dari Polda Papua dan 1.296 orang lainnya merupakan pasukan backup dari Mabes Polri. 

"Rincian, 1.925 personel itu Polri berjumlah 1.824 dan TNI sebanyak 101," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Polri Brigjen Pol Ahmad Ramadhan kepada wartawan di Mabes Polri, Jakarta, seperti dikutip RRI.co.id, Selasa (18/1/2022).

Tiga fungsi akan menjadi fokus dari Operasi Damai Cartenz 2022, seperti fungsi intelijen, pembinaan masyarakat (bimas) dan fungsi hubungan masyarakat (humas). 

Konferensi pers Mabes Polri yang dipimpin oleh Karopenmas Mabes Polri, Brigjen Pol Ahmad Ramadhan (tengah) (Dok. RRI/Immanuel Christian)

Operasi Damai Cartenz memiliki cara bertindak yang persuasif dan preemtif.

Fungsi preventif dengan sabhara dan penegakan hukum (gakkum). 

Satgas Operasi Damai Cartenz disebutnya tetap melakukan penindakan hukum.

Namun, penindakan hukum merupakan langkah terakhir.

"Satgas tersebut memberikan pelatihan-pelatihan seperti pertanian, perikanan, serta pendidikan atau belajar mengajar dan mempublikasikan kegiatan-kegiatan positif dari rekan-rekan Binmas," jelasnya. 

Dalam operasi ini, akan ada tiga fungsi yang menjadi fokus kepolisian.

Yaitu, fungsi intelijen, fungsi pembinaan masyarakat (binmas), dan fungsi hubungan masyarakat (humas).

Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNPPB-OPM) merespons rencana itu.

Mereka beranggapan bahwa tak menjawab akar permasalahan di Bumi Cenderawasih tersebut. 

OPM menyatakan telah menutup pintu terhadap pendekatan lain yang dilakukan oleh Indonesia selain kemerdekaan penuh atas wilayah tersebut.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar