Kronologi Personel Polair Dikeroyok Anggota Geng Motor

KBRN, Jakarta: Polres Metro Jakarta Utara telah mengamankan 14 orang yang melakukan pengeroyokan terhadap anggota Ditpolair Korpolairud Baharkam Polri Bripda Rio Novemberyanto.

Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Pol Wibowo mengatakan, enam pelaku utama dari total 14 yang ditangkap tergabung dalam geng motor yang menamai diri GOPSTR17 yang berasal dari kawasan Kampung Bahari, Tanjung  Priok, Jakarta Utara. 

"Keenam pelaku juga tergabung di dalam geng GOPSTR17. Dalam kesehariannya, para pelaku tinggal di Kampung Bahari, Tanjung Priok, Jakarta Utara," kata Wibowo di Mapolres Metro Jakarta Utara, Jumat (14/1/2022).

Wibowo menjelaskan, kronologis awal kejadian pengeroyokan tersebut. Dimana kasus pengeroyokan tersebut berawal korban awal, yaitu A dan P, bertemu rombongan pelaku yang mengendarai sepeda motor memakan cukup banyak badan jalan.

Komplotan geng motor ini tak terima saat kedua korban awal menggeber motor mereka.

"Pada saat berpapasan, korban menggeber kendaraannya dan mendapatkan respons secara langsung dari rombongan para pelaku yaitu teriakan dan pengejaran oleh rombongan pelaku terhadap korban," jelas Wibowo.

Pengeroyokan terjadi di Jalan Ende, pada tanggal 1 Januari 2022 sekira pukul 16.30 WIB. Di mana pada saat itu ada seorang anggota Polair yang tak lain ialah Bripda Rio melihat tindakan para pelaku.

Berniat melerai, Bripda Rio justru dihajar para pelaku. 

"Anggota kami, anggota Polri dari kesatuan Polair yang keluar dan datang bermaksud untuk melerai. Namun, justru jadi korban pengeroyokan dan penganiayaan yang dilakukan oleh rombongan pelaku tadi," ungkap Wibowo.

Dari 14 yang ditangkap, enam di antaranya merupakan pelaku utama pengeroyokan. Mereka ditangkap ketika bersembunyi di daerah Subang, Jawa Barat. Keenamnya ialah WSK, DA, RAP, YA, MAD, dan HMF.

"Dari enam pelaku utama ini dua di antaranya, yaitu MAD dan HMF, masih di bawah umur dan kita lakukan penahanan," ujar Wibowo.

Sementara itu, delapan lainnya dinyatakan membantu keenam pelaku utama melarikan diri.

Delapan orang ini masing-masing ialah SP, KG, KJ, ARS, AS, PY, AH, dan RP.

Kepada keenam pelaku utama, polisi menjerat mereka dengan pasal 170 KUHP tentang pengeroyokan serta pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan.

Pasal pencurian diterapkan karena para pelaku ternyata juga menggasak ponsel milik Bripda Rio setelah mereka melakukan pengeroyokan.

"Sementara terhadap delapan orang lainnya kami kenakan pasal 221 KUHP karena menyembunyikan pelaku. Mereka tidak ditahan," ucap Wibowo.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar