Satgas Gagalkan Percobaan Serangan Ketiga dari KKB

Satgas Koramil Suru-Suru gagalkan percobaan serangan yang ketiga kalinya dari Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Distrik Suru-Suru, Kabupaten Yahukimo,  Papua. Kelompok bersenjata di Yahukimo dalam kurun waktu 4 bulan terakhir telah melakukan lebih dari 3 kali tindak pidana kekerasan bersenjata, dimana dua kali di antaranya terjadi di Suru-Suru. Kekerasan yang dilakukan KKB tersebut menewaskan 3 Prajurit TNI dan 3 lagi luka serius. (Dok. Satgas Koramil Suru-Suru/RRI)

KBRN, Jakarta: Satgas Koramil Suru-Suru gagalkan percobaan serangan yang ketiga kalinya dari Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Distrik Suru-Suru, Kabupaten Yahukimo, Papua.

Kelompok bersenjata di Yahukimo dalam kurun waktu 4 bulan terakhir telah melakukan lebih dari 3 kali tindak pidana kekerasan bersenjata, dimana dua kali di antaranya terjadi di Suru-Suru.

Kekerasan yang dilakukan KKB tersebut menewaskan 3 Prajurit TNI dan 3 lagi luka serius.

"Itu terjadi ketika prajurit sedang melaksanakan aktivitas sehari-harinya," demikian sumber Koramil Suru-Suru, seperti dikutip RRI.co.id, Rabu (8/12/2021).

Pada Selasa 7 Desember 2021 kemarin, sekitar pukul 08.00 WIT, kembali terlihat kelompok bersenjata mendekati Koramil Suru-Suru dengan formasi siap lakukan penyerangan.

Mendapati adanya pergerakan musuh, Anggota Satgas Koramil Suru-Suru langsung mengambil langkah antisipasi.

Satgas Koramil Suru-Suru gagalkan percobaan serangan yang ketiga kalinya dari Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Distrik Suru-Suru, Kabupaten Yahukimo,  Papua.

Satgas berhasil melumpuhkan satu orang anggota KKB yang membawa 1 pucuk senjata laras panjang.

"Senjata tersebut terkonfirmasi jenis SS2 V4 dengan alat bidik optik yang merupakan milik Prajurit TNI AD yang tewas dibunuh kelompok Bersenjata saat pengamanan perbaikan Bandara Yahukimo di Kali Brasa, Distrik Dekai, pada 18 Mei 2021 silam," demikian sumber Koramil Suru-Suru menambahkan.

Selain melumpuhkan seorang anggota kelompok bersenjata, Satgas Koramil Suru-Suru juga menyita 5 Magazen senjata SS2 V-4, 139 butir amunisi kaliber 5,56 mm, pisau, alat komunikasi.

Selanjutnya, seluruh barang bukti akan diserahkan kepada Polda Papua guna keperluan penyelidikan dan proses hukum lebih lanjut.

Barang bukti senjata api akan dikenakan pelanggaran UU Nomor 8 tahun 1948 tentang pemakaian senjata api dan peraturan perundangan lain.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar