Gengster Gentayangan Warga Kota Tangerang Resah

Ilustrasi

KBRN, Tangerang : Aksi gerombolan anak muda menggunakan sepeda motor dengan senjata tajam layaknya gengster bergentayangan di Kota Tangerang, Banten. 

Kapolsek Neglasari Kompol Rosiana mengatakan, banyak masyarajat yang memergoki aksi sekumpulan pemuda bermotor membawa senjata tajam. 

"Ada warga bawa sajam (senjata tajam, Red) dan kita amankan. Sudah proses dan sudah lama itu, empat hari yang lalu," ungkapnya kepada rri.co.id, Minggu (5/12/2021). 

Kejadian selanjutnya, sanbung Rosiana, terjadi pada Sabtu (4/12/2021) kemarin. Dimana sekelompok pemuda menggunakan sepeda motor sambil menenteng sajam di Jalan Daan Mogot, Kota Tangerang. 

Sementara, salah satu warga, Eko Setiawan yang melihat hal tersrbut mengatakan, aksinya sekelompok pemuda itu membuat warga resah. 

"Iya mereka nenteng celurit, golok dan pedang. Engga tau mau pada kemana saya lewat ada yang jatuh dekat tukang kopi," kata Eko. 

Menurut Eko kawanan tersebut menggunakan sepeda motor menuju Stasiun Poris. Dirinya tak dapat berbuat banyak saat itu. 

"Ga bisa ngapa-ngapain saya, mereka pada teriak-teriakan. Ada sekitar delapan motor lebih," ucapnya. 

Diamini warga lainnya Khairul, yang juga melihat hal serupa dan terjadi di wilayah Kecamatan Neglasari, Kota Tangerang. 

Khairul mengatakan, sekelompok pemuda dengan sangat santainya mengacungkan senjata tajam pada pengendara yang melintas. Kejadian, tersebut terjadi di Jalan Marsekal Suryadarma. 

"Jam 01.00 WIB dini hari. Ada beberapa pemotor bawa celurit," tukasnya. 

Menurut dia aksi ini banyak meresahkan masyarakat. Apalagi saat ini tawuran antara gengster marak terjadi.  "Yang di Sepatan kemarin sampai meninggalkan. Tolong petugas dikencangkan patrolinya," pinta Khairul. 

Diberitakan sebelumnya, Kapolres Metro Tangerang Kota, Kombes Pol Deonijiu De Fatima mengklaim aksi gangster merajalela di wilayah hukumnya adalah hoaks.  

"Nah ini kita menyikapi terkait dengan gengster inikan, kita jangan terlalu percaya, itu kadang hoaks juga," ungkap De Fatima kepada RRI.co.id, Sabtu (27/11/2021).  

Menurutnya, kadang-kadang kegiatan peristiwa yang lalu dimunculkan kembali yang bertujuan untuk menimbulkan rasa takut pada masyarakat.  

"Kita sudah melaksanakan semua, patroli malam di tempat-tempat yang sepi. Tempat-tempat berkumpulnya anak muda, semua kita lakukan patroli. Terkait gengster itu sebenernya hoaks aja itu," tegasnya. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar