Perdagangkan Wanita, Suami-Istri di Tangerang Tersangka

Polda Banten memggerebek tempat protitusi berkedok panti pijat di Kabupaten Tangerang

KBRN, Tangerang : Polda Banten menciduk tiga orang terkait kasus tindak pidana perdagangan orang (TPPO) bermodus panti pijat di kawasan Ruko Citra Raya, Kecamatan Cikupa, Kabupaten Tangerang, Banten. 

Dua diantaranya sepasang suami istri dan satu orang lainnya adalah karyawan yang mengelola terpat usaha prostitusi tersebut. 

Kabid Humas Polda Banten, AKBP Shinto Silitonga menjelaskan, kasus tersebut bermula dari adanya laporan masyarakat tentang kegiatan prostitusi berkedok panti pijat di Ruko Citra Raya. Dari laporan itu, pihak kepolisian melakukan pendalaman, memeriksa sejumlah saksi, hingga menetapkan tersangka.   

Dalam upaya penyelidikan, sambung Shinto, pihak kepolisian menemukan beberapa perempuan yang memberikan jasa terapis, beberapa tamu dan pengelola panti pijat. 

Dia mencatat, ada delapan saksi yang dilakukan pemeriksaan dari hasil penyelidikan, untuk kemudian dilakukan gelar perkara. 

“Hasil gelar perkara kami menetapkan tiga orang pengelola sebagai tersangka, yaitu AW berusua 35 tahun, RW 32 tahun dan TF 25 tahun. AW dan RW adalah pasangan suami istri yang memiliki dan mengelola tempat usaha, sedangkan TF adalah karyawan pada tempat usaha tersebut yang berperan mencari tamu dan menyambungkan dengan terapis, serta mendapat komisi dari setiap tamu yang dilayani,” paparnya. 

Shinto menuturkan, terkait dengan motif dari para pelaku, yakni untuk mendapatkan keuntungan dari kegiatan prostitusi atau TPPO yang dilakukan. Pelaku meminta sekitar 20 hingga 30 persen dari setiap tarif pelayanan para terapis terhadap tamu. 

“Para pelaku mencari keuntungan dari para terapis dengan meminta uang kamar Rp100 ribu per jam, yang dikenakan dari tarif pelayanan tiap tamu oleh terapis sebesar Rp300 ribu sampai Rp500 ribu,” terangnya. 

Menurut Shinto, para terapis diketahui berasal dari luar Provinsi Banten yang berusia sekitar 18 hingga 30 tahun. Dari pengungkapan kasus tersebut, selain meringkus para pelaku, polisi juga mengamankan sejumlah bukti. Diantaranya, alat kontrasepsi, buku daftar pelanggan dan data catatan keuangan, serta minyak untuk pijat. 

Atas perbuatannya, lanjutnya,,para tersangka dijerat Pasal 2 atau Pasal 10 UU Nomor 21 tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang. "Ancaman hukumannya yakni minimal tiga tahun dan maksimal 15 tahun penjara," tutupnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar