FOKUS: #PPKM

BNPT-TNI Kolaborasi Pencegahan Radikalisme dan Terorisme

Ilustrasi / Pasukan Brimob Polda Sultra melakukan penembakan ke arah teroris saat simulasi penanganan terorisme di komplek perumahan Citra Land di Kendari, Kendari, Sulawesi Tenggara, Kamis (25/11/2021). Simulasi tersebut bertujuan untuk mengasah kemampuan anggota Brimob dalam menjaga NKRI terutama menghadapi serangan teroris. ANTARA FOTO/Jojon

KBRN, Jakarta: Direktur Pencegahan BNPT Brigjen Pol Ahmad Nurwakhid merespons rencana KSAD Jenderal TNI Dudung Abdurachman yang akan memperkuat Babinsa untuk turut mencegah radikalisme dan terorisme.

Ahmad Nurwakhid mengatakan, saat ini negara sudah mengeluarkan Rencana Aksi Nasional Penanggulangan Ekstremisme (RAN PE) Berbasis Kekerasan yang Mengarah pada Terorisme yang dikuatkan dalam regulasi Perpres Nomor 7/2021.

Diketahui RAN PE adalah program atau regulasi penguat BNPT dalam fungsi koordinasi untuk mengkoordinasikan pencegahan dan penanggulangan terorisme yang melibatkan kementerian dan lembaga terkait termasuk TNI-Polri, Babinsa dan Bhabunkamtibmas.

Direktur Pencegahan BNPT Brigjen Pol Ahmad Nurwakhid

"RAN PE ini adalah program atau regulasi sebagai penguat BNPT dalam fungsi koordinasi untuk mengkoordinasikan dalam pencegahan dan penanggulangan terorisme dengan melibatkan mengkoordinasikan kementerian/lembaga terkait, Pemda, termasuk seluruh elemen masyarakat bangsa dan negara, termasuk dalam hal ini TNI-Polri, Babinsa, Bhabinkamtibmas, dan sebagainya," kata Ahmad di hotel Discovery Ancol, Jakarta Utara, seperti dikutip RRI.co.id, Selasa (30/11/2021).

Dirinya menegaskan RAN PE saat ini masih berjalan dan berproses untuk membangun sinergitas antar kementerian dan lembaga tersebut. 

"Karena itu dibentuk sinergitas. Cuma, karena RAN PE ini masih relatif baru sehingga masih by process, masih mengalami proses dan masih running," tegas Ahmad. 

Diberitakan sebelumnya, Jenderal TNI Dudung Abdurachman berjanji setelah dilantik menjadi Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD), dirinya akan menumpas paham-paham terorisme dan radikalisme di Indonesia.

Menurutnya, penumpasan paham terorisme dan radikalisme (dilakukan) seperti di zaman orde baru. (Miechell Octovy Koagouw)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar