BNPT Minta Guru Agama Berperan Cegah Radikalisme

KBRN, Jakarta: Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) meminta para tokoh agama untuk berperan aktif untuk ikut mencegah radikalisme. 

Direktur Pencegahan BNPT Brigjen Pol R Ahmad Nurwakhid pun mendorong agar semua pihak, termasuk tokoh agama untuk mensukseskan program vaksinasi ideologi kepada masyarakat yang masih moderat, tetapi berpotensi untuk terpapar. 

"Ini semua yang menjadi ujung tombak terutama radikal terorisme yang mengatasnamakan agama adalah tokoh agama," kata Ahmad dalam Anugerah Indonesia Damai 2021 di Hotel Discovery Ancol, Pademangan, Jakarta Utara, Selasa (30/10/2021). 

Vaksinasi ideologi tersebut dijelaskan dia dapat dilakukan melalui penanaman nilai-nilai budaya, wawasan kebangsaan, Pancasila, nasionalisme dengan moderasi beragama, dan moderasi berbangsa.

"Dalam konteks ini para guru agama untuk memberikan wawasan kebangsaan dan keagamaan yang moderat terhadap anak didik," kata Ahmad.

Ahmad mengungkapkan bahwa kontribusi peserta menjadi masukan untuk mencegah paham radikalisme dan terorisme. Yaitu dengan cara membanjiri media sosial dengan konten-konten kebangsaan dan nasionalisme merupakan salah satu cara melakukan kontra narasi dan kearifan lokal menjadi hal yang utama.

Ahmad menuturkan, bahwa salah satu akar masalah besar terorisme adalah ideologi. Ideologi menyimpang yang menjadi motif radikal terorisme, kata dia, bisa dipicu oleh beberapa faktor utama seperti politisasi agama, ekonomi, kebencian, dendam, ketidakpuasan, dan pemahaman agama yang tidak kaffah.

"Karena itu, penguatan civil society, khususnya di lingkungan akademik, perempuan, generasi muda dan pengguna media sosial adalah penting untuk selalu dilakukan. Karena radikalisme terorisme adalah musuh bersama yang merupakan ancaman atas keberlangsungan hidup berbangsa bernegara," jelas Ahmad. 

"Formulasi Pancasila yang digodok oleh founding father bangsa ini adalah substansi yang digali dari nilai nilai agama dan budaya. Mengamalkan pancasila dengan benar adalah mengamalkan nilai Agama, dan itu perlu terus disemai di dunia akademik," lanjut Ahmad. 

Sementara itu Kasubdit Pemberdayaan Masyarakat, Moch Chairil Anwar mengatakan situasi pandemi covid-19 tidak mengurangi animo para peserta lomba tahun ini.

Tahun 2021 ini, kata dia, terkumpul untuk lomba guru pelopor moderasi beragama 3.509 karya, lomba microblog dan infografis 3.654 karya, lomba video kreatif 1.073 karya dan untuk pengumpulan karya tulis bunga rampai terkumpul 198 karya. 

Pada tahun ini FKPT Jawa Timur mendapatkan anugerah dari Museum Rekor Indonesia karena banyaknya peserta yang mengikuti lomba guru pelopor moderasi beragama sebanyak 3.070 karya.

"Ini menunjukkan bahwa baik guru maupun murid sangat bersemangat dalam menghasilkan karya yang positif, kegiatan lomba ini sangat baik dalam merangkul seluruh lapisan masyarakat dalam mengemas pesan damai. Lomba ini wajib dipertahankan dengan harapan agar kulitasnya semakinmeningkat," ujar Chairil. 

Penjurian telah dilaksanakan pada tanggal 15-18 november 2021 di Jakarta.

Kegiatan Anugerah Indonesia Damai merupakan penutup program BNPT di tahun 2021 terkait realisasi program kerja 32 FKPT di seluruh Indonesia. 

Dalam acara tersebut diumumkan para pemenang dari rangkaian kegiatan tersebut di antaranya lomba video kreatif, lomba guru pelopor moderasi beragama di sekolah, lomba microblog dan infografis secara daring.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar