FOKUS: #PPKM

Tahanan Polres Pelabuhan Tanjung Priok Menikahi Kekasihnya

MW, tahanan Polres Pelabuhan Tanjung Priok berusia 21 tahun, resmi telah menikahi kekasihnya, yakni SM (25) di Mapolres Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Jumat (26/11/2021). Diketahui, tersangka berinisial MW (21)  merupakan terduga pelaku kasus pemalsuan Surat Izin Operator (SIO). (Ryan Suryadi/RRI)

KBRN, Jakarta: MW, tahanan Polres Pelabuhan Tanjung Priok berusia 21 tahun, resmi telah menikahi kekasihnya, yakni SM (25) di Mapolres Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Jumat (26/11/2021).

Diketahui, tersangka berinisial MW (21)  merupakan terduga pelaku kasus pemalsuan Surat Izin Operator (SIO).

Di hari yang berkah tersebut MW pun telah menjadi suami dari kekasihnya, SM (25) secara sah.

Kanit II Jatanras Satreskrim Polres Pelabuhan Tanjung Priok, Iptu Eri Suroto, mengatakan, meski MW saat ini berstatus tersangka, namun hak-haknya harus tetap diberikan.

"Meskipun statusnya tersangka, namun hak-haknya sudah kita berikan kepada yang bersangkutan," ujar Eri kepada wartawan dan RRI.co.id, di Mapolres Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Jumat (26/11/2021).

Sebelumnya, pernikahan MW dengan SM sudah diberitahukan oleh kuasa hukum yang bersangkutan kepada pihak Kepolisian. 

"Kebetulan kuasa hukumnya ngomong kepada kami, kepada bapak Kasat, sehingga kita fasilitasi," kata Eri.

MW dan SM akhirnya sah menjadi pasangan suami istri.

MW mengungkapkan perasaan bahagianya masih bisa melangsungkan pernikahan meski kini statusnya tahanan.

"Kalau dari perasaan ya (senang), namanya juga saya pribadi sekarang bisa menjalani sama istri sendiri," ungkap MW usai melakukan akad nikah. 

Setelah pernikahan, sementara MW menjalani hukuman, istrinya akan tinggal bersama orang tuanya.

MW pun berjanji setelah bebas dari tahanan akan mencari nafkah yang halal untuk istrinya.

"Saat ini saya siap menjalankan proses (hukum) yang ada di Polres," ucap MW. 

Di informasikan, tersangka MW ditangkap awal November lalu karena terlibat dalam praktik peredaran Surat Izin Operator palsu.

MW berperan memasarkan SIO palsu dan dijerat Pasal 263 KUHP dengan ancaman hukuman 6 tahun penjara.

Selain MW, polisi juga menangkap seorang wanita berinisial RY alias otak sindikat serta seorang pria berinisial RS. (Miechell Octovy Koagouw)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar