FOKUS: #PPKM

Dugaan Korupsi Peruri Digital Security, Uang Disita

Polda Metro Jaya mengungkap kasus dugaan korupsi anak perusahaan BUMN, yakni PT. Peruri Digital Security (PT. PDS) dengan modus pengadaan barang dan jasa fiktif. Salah satu barang bukti dugaan korupsi PT. Peruri Digital Security berupa Uang senilai Rp 8,9M, turut diamankan. (Lukman Tara/RRI)

KBRN, Jakarta: Polda Metro Jaya mengungkap kasus dugaan korupsi anak perusahaan BUMN, yakni PT. Peruri Digital Security (PT. PDS) dengan modus pengadaan barang dan jasa fiktif.  

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Endra Zulpan, menyatakan, peristiwa dugaan korupsi proyek pengadaan fiktif terjadi sekitar bulan Maret 2018 sampai Mei 2020.

Dalam periode itu, PT PDS melakukan pengadaan penyediaan data Storage, Network Performance Monitoring & Diagnotic, Siem dan Manage Service.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Endra Zulpan

"Kegiatan tersebut secara administratif dokumennya telah dilengkapi tetapi tidak pernah dilakukan proses pengadaan barangnya. Nilai pengadaannya senilai Rp13,17 Miliar, namun sampai saat ini proses pembayaran baru sebesar Rp10 Miliar, untuk sumber dananya berasal dari kas operasional perusahaan PT. PDS." Ungkap Zulpan kepada wartawan dan RRI.co.id di Polda Metro Jaya, Jumat (26/11/2021).

Zulpan menegaskan, guna mendalami kasus ini, penyidik masih memeriksa secara intensif 40 orang saksi dan menyita beberapa barang bukti.

"Polisi telah menyita uang senilai Rp8,95 Miliar serta mengamankan barang bukti seperti dokumen kontrak, dokumen serah terima barang, dokumen uji terima barang, dan dokumen pembayaran." tutup Zulpan. (Miechell Octovy Koagouw)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar